Depan >> Berita >> Riau >>
Penyidikan Korupsi Bapenda Jalan di Tempat
Minggu, 01 Juli 2018 - 11:56 WIB > Dibaca 4758 kali Print | Komentar
Penyidikan Korupsi Bapenda Jalan di Tempat
Subekhan
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Penanganan dugaan korupsi pemotongan uang persediaan (UP) dan ganti uang  (GU) di Bapenda Riau, belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Empat bulan penyidikan berjalanan, hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Terkesan proses ini jalan di tempat.

Surat perintah penyidikan (sprindik) baru dalam perkara ini, telah diterbitkan pada Februari lalu. Terbitnya sprindik baru ini pada masa Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dijabat oleh Sugeng Riyanta.

Penyidikan ini dilanjutkan ketika Aspidsus Kejati Riau dijabat oleh Subekhan. Tapi sampai saat ini, belum ada tersangka baru yang dijerat. Kata Subekhan, penyidiknya masih mendalami dugaan korupsi tersebut.

“Sampai sekarang, penyidik masih mendalami terkait unsur-unsur tindak pidana korupsi,” kata Aspidsus Kejati Riau Subekhan, Jumat (24/6) siang.

Sprindik baru ini diterbitkan atas pengembangan dugaan korupsi UP dan UG di Bapenda Riau. Di mana, dugaan korupsi ini dilakukan di semua bidang. Sebelumnya, sudah ada lima orang tersangka yang dijerat.

Sebagaimana diketahui, tiga tersangka yang kini ditahan yakni, Syarifah Aspanidar, Yanti dan Decy Ari. Ketiganya ditahan Kejati Riau pada Kamis (15/2). Sebelum ditahan, ketiga tersangka ini sudah diperiksa beberapa kali semenjak berstatus tersangka. Pernah juga diperiksa saat berstatus sebagai saksi.

Penetapan tiga tersangka ini atas pengembangan dari dua tersangka awal, yang kini berstatus terdakwa. Yakni Deliana, yang saat itu menjabat Sekretaris Bapenda Riau, dan Deyu, yang saat itu menjabat sebagai Kasubag Keuangan Bapenda.

Ternyata, meski sudah menetapkan lima orang tersangka, penyidik tak berhenti di sana saja. Pada Februari 2018, diterbitkan lagi sprindik baru. Sprindik ini diterbitkan karena ada dugaan pemotongan dana UP dan UG di bidang lain di Bapenda Riau.

Kata Sugeng ketika menjabat sebagai Aspidsus Kejati Riau saat itu, pemotongan terjadi di empat bidang. Dua bidang di sekretariat, sudah ditangani, dan sudah menetapkan tersangkanya.

Ada indikasi bahwa tindakan ini dilakukan secara bertingkat. Mereka melakukan korupsi UP dan GU di Bapenda Riau sebesar Rp1,323 miliar pada Februari 2015 hingga Oktober 2016 lalu.

Ada pemotongan yang dilakukan terhadap dana perjalanan dinas. Pada 2015 pemotongan dilakukan 5 persen dan 2016 pemotongan 10 persen. Pemotongan uang perjalanan dinas ini dilakukan untuk semua bidang yang ada di Bapenda Riau.


KOMENTAR
Berita Update
PILPRES 2019
Termasuk TGB, Nama-nama Ini Akan Jadi Calon Cawapres Jokowi
Senin, 16 Juli 2018 - 17:00 wib

Telkomsel Luncurkan NSP Star Up Lokal Pekanbaru
Senin, 16 Juli 2018 - 16:52 wib
PIALA DUNIA 2018
Mbappe yang Kian Dekat dengan Pele usai Jadi Pemain Muda Terbaik FIFA
Senin, 16 Juli 2018 - 16:50 wib
KASUS DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Vonis Tiga Tahun Penjara Dijatuhkan Terhadap Dokter Bimanesh
Senin, 16 Juli 2018 - 16:40 wib
ASIAN GAMES 2018
Sepaktakraw Optimis Raih Emas
Senin, 16 Juli 2018 - 16:36 wib
PIALA DUNIA 2018
Prancis Juara, Deschamps: Kemenangan Ini Bukan karena Saya
Senin, 16 Juli 2018 - 16:20 wib
PIALA DUNIA 2018
Golden Ball Award untuk Permainan Apik Luka Modric
Senin, 16 Juli 2018 - 16:10 wib
SEBAGAI SAKSI
Sidang Kasus BLBI Akan Dihadiri Mantan Menko Ekuin
Senin, 16 Juli 2018 - 16:00 wib
500 Ha Kebun Kelapa Tak Produktif

500 Ha Kebun Kelapa Tak Produktif
Senin, 16 Juli 2018 - 16:00 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
500 Ha Kebun Kelapa Tak Produktif

Senin, 16 Juli 2018 - 16:00 WIB

Anggaran Terbatas, Jalan Minim Rambu Lalu Lintas

Senin, 16 Juli 2018 - 15:40 WIB

Jalur Kilek Keramat Juara Rayon Satu

Senin, 16 Juli 2018 - 15:20 WIB

Terjun ke Sungai, Seorang ABK Meninggal

Senin, 16 Juli 2018 - 15:10 WIB

Antisipasi Laka Laut, Izin Pelayaran Diperketat

Senin, 16 Juli 2018 - 15:07 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us