Ajang Teater Sumatera (ATS) III
Teater dan Obsesi Kekinian
Minggu, 01 Juli 2018 - 10:16 WIB > Dibaca 4628 kali Print | Komentar
Teater dan Obsesi Kekinian
Tidak sedikit seniman yang berpikir dan bekerja keras membangkitkan spirit teater bagi kemaslahatan umat. Ada tidaknya bantuan secara finansial maupun moral dari siapa pun, insan teater terus saja berbuat dan berkarya. Untuk siapa? Entahlah...

--------------------------------------------------------

(RIAUPOS.CO) - PALING tidak, kenyataan itu lahir pada diskusi kreatif di helat Ajang Teater Sumatera (ATS) lll, Sabtu (30/6) di lobi Anjung Seni Idrus Tintin, Pekanbaru, Riau. Spirit berteater itu bak menyibak jendela untuk membuka gerbang wawasan peserta diskusi tersebut. Apalagi, pemilik ’kunci’ pembuka tingkap itu, Radhar Panca Dahana memang sengaja mengajak semua orang menyelami dirinya sendiri.

Budayawan dan Teaterawan Indonesia itu seperti seorang pekerja kebun yang sedang menggali ’tanah’ untuk menanam ’bunga’. Buktinya, sebagian besar insan teater yang hadir saling membuat mengakuan, seperti ’pengampunan dosa’.

"Apa yang kita lakukan bernilai dan lebih bernilai. Dirimu yang sesungguhnya takkan pernah selesai sama sekali ditemukan. Di sini, saya hanya ingin katakan bahwa kita harus tahu apa yang kita lakukan. Mampu memberi makna pada diri sendiri. Jika diri sendiri bisa dimaknai, secara otomatis berguna bagi orang lain dan bangsa ini," ulas Radhar yang berhasil ’menggoda’ (memancing/menggali pikiran) insan teater pada diskusi kreatif tersebut.

Musti tidak semua mampu memahami penjelasan itu secara mendalam, namun beberapa orang sangat terpengaruh dan mengakui semakin mencintai teater yang digelutinya selama bertahun-tahun. Bagi mereka, teater adalah sesuatu yang berguna. Lalu pertanyaannya, guna teater apa? Gunanya, untuk memahami diri sendiri, dan kondisi sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat hari ini.

Lalu, sejauh mana mereka memahami teater sebagai jalan kehidupan? Masing-masing saling pandang dan tak bersuara selain tersenyum atas ketidaktahuan mereka sendiri. Pada pembahasan itu, Radhar kembali memberikan  pemahaman, bahwa teater bisa menjadi profesi yang setara dengan dengan bidang lainnya. Maka ketika seseorang mendapatkan rezeki di jalan teater, maka yakinlah, ia akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

"Ingat, rezeki bukan melulu soal uang. Tapi pertemanan, persahabatan, dan lainnya juga rezeki yang datang dariNya. Maka jangan pernah takut, bahwa teater akan ditinggalkan karena sebagian besar masyarakat menganggapnya berjarak dan tidak memberikan apa-apa bagi kehidupan ini," katanya panjang lebar.


KOMENTAR
Berita Update
KASUS SUAP
Kaget Rumahnya Digeledah KPK, Begini Komentar Dirut PLN
Senin, 16 Juli 2018 - 21:00 wib
PASCA-OTT
Anggota DPR Kembali Digarap KPK, Begini Komentar Bamsoet
Senin, 16 Juli 2018 - 20:45 wib
PILPRES 2019
Siap-siap! Ada Kejutan dari Demokrat saat SBY dan Prabowo Bertemu
Senin, 16 Juli 2018 - 20:30 wib
PILPRES 2019
Belum Ada Nama Lain Kecuali Prabowo untuk Jadi Capres Tiga Partai Ini
Senin, 16 Juli 2018 - 20:00 wib
MENJADI 51,2 PERSEN
Soal Divestasi Saham Freeport, Simak Penjelasan Terbaru dari Jokowi Ini
Senin, 16 Juli 2018 - 19:30 wib
PIALA DUNIA 2018
Harry Kane Dihujat karena Raih Sepatu Emas Tanpa "Berkeringat"
Senin, 16 Juli 2018 - 19:15 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, ICW Rekomendasikan Tokoh Hukum Ini
Senin, 16 Juli 2018 - 19:00 wib
KASUS KORUPSI
20 Hari ke Depan, Mantan Dirut PT Jasindo Jadi Tahanan KPK
Senin, 16 Juli 2018 - 18:45 wib
SUDAH DIDAFTARKAN KE KPU
Inilah Para Artis yang Maju Bersama Nasdem di Pemilu 2019
Senin, 16 Juli 2018 - 18:30 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Terjebak dalam Bentuk

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:14 WIB

Bunyi, Musik dan Deja Vu

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:10 WIB

Marhalim Zaini Pentaskan "Hikayat Orang Laut"

Minggu, 15 Juli 2018 - 11:07 WIB

Koreografer Harus Lebih Berani Berkreasi

Kamis, 12 Juli 2018 - 09:24 WIB

“Makan Bakuncah” Raih Juara Umum

Rabu, 11 Juli 2018 - 09:33 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us