Terkait Guru Bahasa Inggris SD
Masih Dicarikan Solusi
Jumat, 29 Juni 2018 - 11:12 WIB > Dibaca 221 kali Print | Komentar
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Meski sudah mendatangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hingga saat ini Komisi III DPRD Kota Pekanbaru belum menemukan solusi karena ditiadakannya mata pelajaran (mapel) bahasa Inggis di tingkat SD  2018/2019 ditiadakan. Bahkan guru mata pelajaran bahasa Inggris masih enggan dipindahkan ke SMP.

“Hingga saat ini kami masih mencari solusi terhadap mapel Bahasa Inggris dan para guru ini. Kami juga telah melakukan hearing dengan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Bahkan juga sudah konsultasi ke pemerintah pusat perihal mapel bahasa Inggris dijadikan muatan lokal,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Dian Sukheri kepada Riau Pos.

Ia mengatakan, pertemuan antara perwakilan guru dan Kementerian Pendidikan belum ada hasilnya. Politisi Partai PKS ini mengatakan, yang menjadi permasalahan saat ini kondisi SMP di Kota Pekanbaru sudah memiliki guru bahasa Inggris.

 “Para guru sudah kami bawa bertemu Dirjen Bagian SD. Akan tetapi belum ditemukan solusinya. Nanti solusinya bagaimana mereka diarahkan ke SMP,” katanya.

Lebih lanjut  Dian juga menyebutkan, perihal guru bahasa Inggris tingkat yang dipindahkan ke SMP juga tidak tertampung secara keseluruhan. “Mereka semuanya ada 300 orang guru, inilah yang masih kami carikan solusinya. Harapan kita bisa diselesaikan di APBD Perubahan nantinya,” sebutnya.

Kepala Disdik Pekanbaru Abdul Jamal menyebutkan, penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris merupakan konsekuensi perubahan kurikulum. Hingga saat ini pihaknya telah memindahkan 20 guru bahasa Inggris SD dari 60 guru dengan status guru bantu, guru tidak tetap dan PNS yang diperjuangkan Disdik pindah ke SMPN.

‘’Kini masih ada 40 orang guru bahasa Inggris lagi yang tengah kami perjuangkan untuk dipindahkan ke SMP. Karena guru ini masih menggunakan kurikulum KTSP,’’ kata Jamal.

Sementara guru yang berstatus GTT atau honorer sekolah akan dipindahkan sesuai instruksi Disdik Pekanbaru. Karena, guru berstatus GTT dan honorer adalah tanggung jawab Disdik. Dalam artian guru itu tetap akan dipertahankan untuk terus menjadi tenaga pendidik di Pekanbaru.

Jamal mengakui, keputusan penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris adalah keputusan pemerintah pusat. Sementara seluruh daerah harus mengikutinya.

 “Guru yang dipindahkan ke SLTP harus bisa menyesuaikan proses belajar mengajar dengan tingkatan sekolah. Sehingga bisa menghasilkan lulusan bermutu nantinya,” jelas Jamal.

Jamal juga menyebutkan jika guru ini dipindahkan tidak akan rugi. Akan tetapi jumlah jam mata pelajaran dalam sepekan tidak akan mencapai 24 jam sesuai dengan keperluan sertifikasi.

Lebih lanjut Jamal menyebutkan untuk guru bahasa Inggris di sekolah yayasan dan swasta tergantung kebijakan sekolah tersebut.(gem)

Laporan DEBSY MEDYA SEPTIANI, Kota

KOMENTAR
Berita Update
PEMILU 2019
Bacaleg 2019 dari PSI Dipastikan Tak Ada Napi Korupsi
Selasa, 17 Juli 2018 - 18:00 wib
PER MARET 2018
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun, Ini Alasannya Menurut Sri Mulyani
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib

Satukan Suara, IKSM Gelar Halalbihalal
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Megawati Tak Pernah Mengintervensi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:40 wib

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:30 wib
DIHARAP LEBIH DARI SATU
Pilpres 2019 Hanya Diikuti Calon Tunggal? Simak Skenario dari KPU Ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib

Program Asuransi Jiwa Bantu Nelayan
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:10 wib
PILPRES 2019
Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Nasdem: Semakin Cepat Gabung Tentu...
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Unilak Bangun Gedung Lima Lantai

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:17 WIB

Berharap Sistem PPDB Tak lagi Menimbulkan Masalah

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:05 WIB

Pelajar MAN 2 Pekanbaru Raih Medali Emas

Selasa, 17 Juli 2018 - 09:16 WIB

Doktor Syahril Raih Nilai Summa Cumlaude

Selasa, 17 Juli 2018 - 09:13 WIB

Sekko Belum Tahu Masalah PPDB SMPN 21

Sabtu, 14 Juli 2018 - 11:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us