MELEMAH 108 POIN
Rupiah Anjlok ke hingga Rp14.271, Menko Perekonomian Komentar Begini
Kamis, 28 Juni 2018 - 20:20 WIB > Dibaca 275 kali Print | Komentar
Rupiah Anjlok ke hingga Rp14.271, Menko Perekonomian Komentar Begini
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelemahan Rupiah yang terjadi hari ini, Kamis (28/6/2018), ditanggapi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Darmin sendiri membantah pelemahan rupiah terjadi bukan karena dampak dari mata uang Yuan.

"Tidak juga sih (karena dampak Yuan)," katanya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Diketahui, Rupiah ditutup melemah 108 poin atau terjun ke posisi Rp14.271 per USD. Itu terjadi karena sentimen global di antaranya, perang dagang berlanjut, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed empat kali tahun ini, dan kenaikan harga minyak dunia.

Namun, Darmin enggan menjelaskan lebih jauh penyebab pelemahan Rupiah. Dia menilai, pemerintah sudah kerap membeberkan penyebab terjadinya pelemahan Rupiah selama ini.

"Kalau tiap hari minta dikomentari, ya, susah urusan itu, jangan tiap hari dikomentari," ucapnya sembari tertawa.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, pelemahan rupiah tetap didorong oleh faktor eksternal maupun internal. Khusus untuk faktor internal, pihaknya terus menjaga stabilitas dan melakukan kontrol pada framework kebijakan makro.

"Apakah dari sisi fiskal, moneter, dari sisi neraca pembayaran agar dari sisi kerawanan bisa ditekan. Dari sisi fiskal defisit tetap kita jaga. Pelaksanaan dari sisi penerimaan dan belanja tetap kita sampaikan sesuai rencana," tuturnya.

"(Kebijakan) Itu bisa menimbulkan kepercayaan karena tidak ada deviasi meskipun terjadi perubahan yang cukup besar di dalam lingkungan yang kita beroperasi," sambungnya.

Di samping itu, pihaknya juga konsisten untuk terus bekerja sama dengan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan dan moneter dalam negeri.

"Sementara itu dari sisi eksternal balance akan kami perbaiki meskipun dampaknya jangka menengah panjang. Saya rasa dari instrumen itu adalah salah satu hasil pergerakan dari sentimen market maupun yang sifatnya fundamental. Jadi, dua-duanya juga akan kami peliharaan," tuntasnya. (hap)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
PEMILU 2019
Bacaleg 2019 dari PSI Dipastikan Tak Ada Napi Korupsi
Selasa, 17 Juli 2018 - 18:00 wib
PER MARET 2018
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun, Ini Alasannya Menurut Sri Mulyani
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib

Satukan Suara, IKSM Gelar Halalbihalal
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:50 wib
PILPRES 2019
Soal Cawapres Jokowi, PDIP: Megawati Tak Pernah Mengintervensi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:40 wib

Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:30 wib
DIHARAP LEBIH DARI SATU
Pilpres 2019 Hanya Diikuti Calon Tunggal? Simak Skenario dari KPU Ini
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib

Program Asuransi Jiwa Bantu Nelayan
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:20 wib
DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK
Resmi! Kasus Fahri Hamzah Vs Presiden PKS Kembali Dilanjutkan Polisi
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:10 wib
PILPRES 2019
Demokrat Gabung Koalisi Jokowi, Nasdem: Semakin Cepat Gabung Tentu...
Selasa, 17 Juli 2018 - 17:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Turun, Ini Alasannya Menurut Sri Mulyani
Road to Toyota Expo 2018 Serentak Digelar di Tiga Mal
BMW Masih Beli Baterai Mobil Listrik ke Cina

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:51 WIB

Glory 580 Tambah Varian dan Harga Berubah

Selasa, 17 Juli 2018 - 12:49 WIB

Ingatkan Distributor Tak Main Margin

Selasa, 17 Juli 2018 - 11:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us