Kekuasaan Mutlak di Tangan Erdogan
Rabu, 27 Juni 2018 - 11:41 WIB > Dibaca 292 kali Print | Komentar
ANKARA (RIAUPOS.CO) - Tiada pilpres putaran kedua. Erdogan menang. Mutlak. Taktik oposisi gagal. Mengusung lima kandidat tak mampu menghalangi presiden incumbent tersebut meraih suara di atas 50 persen. Dewan Pemilu Turki memaparkan, Recep Tayyip Erdogan berhasil mengantongi 52,6 persen suara. Keunggulan telak yang membuatnya kembali menjadi presiden.

Di tengah ancaman krisis, Erdogan berjanji untuk merealisasikan janjinya menjadikan Turki masuk sepuluh besar ekonomi dunia pada 2023. Dia juga berjanji lebih gigih membasmi pemberontak Kurdi. Juga memerangi para pendukung Fethullah Gulen: cendekiawan, tokoh oposisi, mantan sahabat, dan tertuduh dalang kudeta 2016. ‘’Kami akan memburu organisasi teroris dengan tekad yang lebih kuat,” tegas Erdogan dalam pidato kemenangan di hadapan para pendukungnya, Senin (25/6).

Angka kehadiran penduduk dalam pemilu kemarin mencapai 87 persen. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dia pimpin juga meraih suara tertinggi, yaitu 42,6 persen. Koalisi pemerintah yang tergabung dalam Aliansi Rakyat yang terdiri atas AKP, MHP (Partai Gerakan Nasionalis), dan BBP (Partai Persatuan Besar) bakal menguasai 344 kursi di parlemen atau 53,7 persen.

Para analis menilai usaha Erdogan bakal terjal. Terutama terkait dengan ekonomi. Inflasi melambung tinggi. Nilai tukar lira terus tersungkur di hadapan dolar AS. Sepanjang tahun ini, lira melorot 18 persen. Kedekatan pemimpin 64 tahun itu dengan Rusia membuat negara-negara Barat menjauh. Komentar-komentar pedasnya juga tak disukai para sekutunya. Sangat mungkin stabilitas ekonomi di negeri yang pernah menjadi pusat khilafah Islam terakhir itu tak akan membaik dalam waktu dekat.

Namun, Erdogan kini memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar. Sistem baru hasil referendum tahun lalu mulai berlaku saat ini. Maka, jangan tanya lagi siapa perdana menteri (PM) Turki. Sebab, jabatan itu sudah tiada. Erdogan berhak memilih wakil presiden, menteri, pejabat tinggi, dan hakim senior. Bisa membubarkan parlemen. Berkuasa pula memberlakukan status darurat. Kekuatan parlemen mengawasi pemerintahan pun melemah.

Meski sebelumnya menuding terjadi kecurangan dan manipulasi, kemarin oposisi menerima kekalahannya. Muharrem Ince, kandidat yang diusung Partai Rakyat Republik (CHP) menegaskan bahwa tidak ada perbedaan yang jauh antara hasil penghitungan partainya dan Dewan Pemilu Turki.

‘’Saya menerima hasil pemilu,” tegasnya seperti dilansir AP. Ince memperoleh 30,6 persen suara. Itu adalah suara terbanyak setelah Erdogan. Dia berharap Erdogan menjadi presiden yang bisa merangkul 81 juta penduduk Turki.

Namun, Ince tetap melontarkan kritik. Dia menyebut Turki telah kehilangan nilai-nilai demokrasi. Berubah menjadi rezim yang dikuasai satu orang saja. Kini Erdogan memiliki kekuasaan mutlak atas legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

‘’Tidak ada lagi mekanisme untuk mencegah aturan yang sewenang-wenang. Kami memiliki kekhawatiran yang besar atas situasi tersebut,” ujarnya. Oposisi memiliki waktu lima hari setelah pengumuman resmi untuk menentang hasil pemilu.(sha/c6/sof/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Sabtu, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Sabtu, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Sabtu, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Sabtu, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Sabtu, 21 September 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 WIB

Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri

Jumat, 21 September 2018 - 14:30 WIB

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

Kamis, 20 September 2018 - 18:38 WIB

Ancaman Serius Plastik Mikro

Kamis, 20 September 2018 - 17:37 WIB

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Kamis, 20 September 2018 - 17:36 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini