TERIMA LAPORAN DARI LAPANGAN
SBY Sebut Ada Aparat Tidak Netral di Pilkada, Gerindra Setuju
Senin, 25 Juni 2018 - 16:00 WIB > Dibaca 289 kali Print | Komentar
SBY Sebut Ada Aparat Tidak Netral di Pilkada, Gerindra Setuju
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuding bahwa ada aparat keamanan yang tidak netral di Pilkada serentak 2018 mendatang.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, pihaknya setuju dengan tudingan SBY itu. Memang, kata dia, dirinya mendapat laporan dari para kader menengah ada kecenderungan ketidaknetralan aparat keamanan.

"Da‎ri laporan teman-teman di lapangan DPC, DPD kami merasakan ada indikasi oknum-oknum aparat yang hendak tidak netral, dan bahkan terindikasi melakukan tindakan yang terindikasi memihak kepada salah satu kandidat," katanya di kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Dia menyebut, ketidaknetralan itu, misalnya, pemanggilan terhadap sejumlah calon kepala desa, kepala kelurahan di beberapa daerah. Selanjutnya, ada oknum aparat mengajak memilih kandidat tertentu.

‎"Untuk itu kami berharap aparat keamanan tetap menjaga netralitas. Tetap menjaga posisi yang sama untuk semua kekuatan calon yang akan berlaga dalam pilkada besok 27 Juni mendatang," tuturnya.

Dia pun berjanji jika sudah ada bukti kuat, Partai Gerindra akan melaporkan tidak netral aparat keamanan itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)‎.

"Sejauh ini apa indikasi itu sedang kami kumpulkan data-data itu. Kalau itu indikasinya kuat bahwa perlu sebuah laporan, tentu akan kami lakukan," tuntas wakil ketua MPR itu.

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya secara terang-terangan menyebut lembaga negara BIN, TNI, dan Polri tidak netral dalam menghadapi pesta demokrasi.

Diakuinya, ketidaknetralan beberapa oknum aparatur negara itu dalam kunjungannya ke Madiun, Jawa Timur pada 18 Juni lalu. SBY menyebut ketidaknetralan lembaga negara tersebut saat berlangsungnya Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Menurutnya, proses pemanggilan calon wakil gubernur usungan Partai Demokrat Sylviana Murni dan suaminya Gede Sardjana terdapat kejanggalan. Bukan itu saja, saat hendak dilakukan penghitungan suara Pilkada DKI pun, sambungnya, namanya sempat disebut oleh mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar sebagai dalang yang membuat Antasari mendekam di penjara. (gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Dipecat PAN, Andi Nurbai Tunggu Surat Gubri

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

Paripurna Pengunduran Gubri Tunggu DCT

Kamis, 20 September 2018 - 12:50 WIB

Prabowo Ingat Ibunda yang Perawat

Kamis, 20 September 2018 - 12:30 WIB

LIPI: Tidak Ada Komitmen Partai Berantas Korupsi

Kamis, 20 September 2018 - 12:20 WIB

KPU: Taati Aturan Main Kampanye

Kamis, 20 September 2018 - 12:01 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini