KATA MENRISTEK DIKTI
Kasus seperti Unri Jangan Terulang, Dosen dan Akun Medsos Harus Diawasi
Senin, 18 Juni 2018 - 10:47 WIB > Dibaca 519 kali Print | Komentar
Kasus seperti Unri Jangan Terulang, Dosen dan Akun Medsos Harus Diawasi
Menristek Dikti, M Nasir.
MADIUN (RIAUPOS.CO) - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menyebut, radikalisme masuk kampus sampai pada tahap yang membahayakan jangan lagi terulang seperti yang terjadi di Universitas Riau.

Sebagaimana diketahui, terduga teroris ditangkap Densus 88 Mabes Polri di kampus Universitas Riau, 2 Juni lalu. Dari penggerebekan, Densus juga menemukan barang bukti bom. Kasus ini membuat isu kelompk radikal menyasar kalangan perguruan tinggi.

’’Radikalisme di kampus perlu diawasi,’’ kata Nasir di sela menghadiri penandatanganan nota kerja sama Politeknik Negeri Madiun (PNM), Pemkot Madiun, dan PT INKA, beberapa waktu lalu.

Pengungkapan terorisme di Universitas Riau seolah menampar penyelenggaraan pendidikan tinggi di tanah air. Di hadapan awak media, saat itu Nasir tak menampik fungsi pengawasan terhadap perguruan tinggi masih dirasa kurang.

Pengungkapan terorisme di Universitas Riau harus menjadi pelajaran meningkatkan fungsi pengawasan itu. ’’Agar dosen dan mahasiswa tak lagi terkontaminasi paham radikalisme, ada cara-cara pengawasan yang bisa dilakukan,’’ ujarnya.

Pertama, adalah pengawasan terhadap sistem pembelajaran di kampus. Melalui pembelajaran itulah, paham menyimpang dari ideologi pancasila bisa ditularkan, terutama dari dosen kepada mahasiswa mereka. Dosen-dosen itu, bisa diketahui dari aktivitasnya, khususnya di media sosial.

’’Ada kemungkinannya. Yang jelas ketika guru (dosen) iya, maka murid-muridnya tentu bisa terpengaruh. Ada dosen yang di posting-an media sosial mengaku pendukung kelompok radikal, itu di-nonjob-kan,’’ beber Nasir.

Nasir bahkan menyebut potensi infiltrasi paham radikalisme sama besarnya di berbagai kampus. Tak hanya di Universitas Riau. Kendati dia mengaku belum punya cukup bukti terkait banyak tidaknya dosen atau kampus yang terpapar paham radikal.

’’Yang jelas potensi itu sama saja, entah di Undip atau ITS, misalnya,’’ kata dia. ’’Awasi betul para dosen. Pendataan bisa melalui rektor,’’ imbuh Nasir. Pengawasan kedua yang bisa dilakukan untuk meminimalkan paham radikal masuk kampus adalah memantau aktivitas media sosial para civitas akademika. Baik dosen maupun mahasiswa. Pasalnya, Nasir melihat juga ada kecenderungan paham radikalisme menyebar tidak hanya dari dosen langsung kepada mahasiswa, namun juga dari media sosial.

Dia menyarankan seluruh mahasiswa baru mendaftarkan akun media sosial mereka. ’’Nama akun media sosial perlu didaftarkan saat masuk perguruan tinggi,’’ tegasnya.(naz/c1/ota)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga
KOMENTAR
Berita Update
Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi

Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:40 wib

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Elite PKS Protes Manuver Prabowo, Begini Komentar Gerindra
Jumat, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Tio Pakusadewo Kecewa Sidang Putusan Ditunda Pekan Depan
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:30 wib

Diskes Siagakan Tim Medis di MTQ
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:20 wib
PILPRES 2019
Prabowo Kian Sering Lakukan Manuver Politik, Tak Percaya PKS Lagi?
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:15 wib
TERKAIT PENYERANGAN BOM MOLOTOV
Gerakan #2019GantiPresiden Terus Jalan meski Mardani Diteror
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Jumat, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Jenguk SBY di RSPAD Bersama JK, Ini Kata Jokowi

Kamis, 19 Juli 2018 - 16:45 WIB

Kapolri: Kekuatan TNI-Polri Banyak Menentukan Nasib Indonesia
Asian Games 2018, Kim Jong-un & Moon Jae-in Diundang Jokowi untuk Hadir
Kasus Eni Saragih, Golkar Siapkan Bantuan Hukum untuk Hadapi KPK
Innalillahi untuk PKS dari Fahri Hamzah yang Tak Akan Nyaleg Lagi
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini