Depan >> Berita >> Hukum >>
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Senin, 18 Juni 2018 - 02:28 WIB > Dibaca 586 kali Print | Komentar
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK, Novel Baswedan hingga kini belum terungkap. Kondisi ini membuat para pegawai instansi pemberantas korupsi itu cemas.

Padahal, hari raya Idulfitri 2018 kali ini merupakan yang ketiga bagi Novel dalam kondisi mata cedera. Untuk memberikan semangat bagi Novel, Wadah Pegawai (WP) KPK datang ke kediaman Novel Baswedan di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6/2018).

Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap mengatakan, kunjungannya ke Kelapa Gading sebagai bentuk dukungan ke Novel. Yudi ingin menunjukkan bahwa Novel tidak sendirian dalam proses penyembuhan matanya.

"Wadah Pegawai KPK mengunjungi Novel Baswedan sebagai wujud komitmen bahwa Novel tidak akan pernah sendirian dalam proses penyembuhan matanya dan dalam menuntut haknya sebagai korban," ujar Yudi

Berlarut-larutnya pengungkapan dalang di balik penyiraman air keras terhadap Novel merupakan simbol titik rentan perlindungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebab pekerja KPK masih terus dibayang-bayangi kecemasan serangan balik dari para koruptor.

Selain itu tak kunjung tuntasnya kasus Novel menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum. Sebab, pelaku teror ini masih dengan enak menghirup udara bebas. "Terlepas dari fakta bahwa tahun terus berganti dan pelaku teror masih bebas di luar sana yang menjadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai," tegas Yudi.

Lebih jauh Yudi mengatakan, pengungkapan kasus penyerangan terhadap pegiat anti korupsi sangat penting dilakukan. Bahkan meninggalnya wartawan antikorupsi, Daphne Caruana Galizia saat ini tengah diawasi oleh dunia internasional supaya segera terungkap.

"Hal tersebut memberikan pelajaran bahwa upaya pengungkapan secara serius, transparan dan akuntabel perlu dilakukan atas teror terhadap penyidik KPK yang diduga berdasarkan fakta-fakta sebagai upaya untuk menghilangkan nyawa Novel Baswedan," imbuh Yudi.

"Pada akhirnya tersisa pertanyaan, sampai lebaran ke berapa lagi kasus Novel akan tuntas?" tukasnya.(sat)

Sumber: JPC
Editor: Fopin A Sinaga

KOMENTAR
Berita Update

Olahraga Bangun Peradaban Positif
Jumat, 20 September 2018 - 19:00 wib
TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi
Jumat, 20 September 2018 - 18:43 wib
AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina

AS Potong Bantuan Dana bagi Palestina
Jumat, 20 September 2018 - 18:38 wib

Polres Gelar Apel Pasukan Operasi Mantap Brata
Jumat, 20 September 2018 - 18:30 wib

Ketua Ombudsman RI Gelar Kuliah Umum di Unri
Jumat, 20 September 2018 - 18:24 wib

Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera
Jumat, 20 September 2018 - 17:39 wib
Ancaman Serius Plastik Mikro

Ancaman Serius Plastik Mikro
Jumat, 20 September 2018 - 17:37 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib
Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya

Trump Senang Kim Jong Un Izinkan Inspeksi Nuklirnya
Jumat, 20 September 2018 - 17:36 wib

SMA As Shofa Waspadai Timnya Sendiri
Jumat, 20 September 2018 - 17:30 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Kepala Bappeda Bengkalis Diperiksa KPK

Sabtu, 15 September 2018 - 13:25 WIB

Setnov Minta Eni Tak Ceritakan Perannya di PLTU Riau-1

Senin, 10 September 2018 - 22:04 WIB

Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”

Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB

KPK Sarankan Partai Melakukan PAW

Rabu, 05 September 2018 - 12:39 WIB

Polisi Tunggu UAS Laporkan soal Intimidasi

Rabu, 05 September 2018 - 02:24 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini