Ulama Syiah Menang, Gudang Kotak Suara Terbakar Situasi Irak Tetap Panas
Rabu, 13 Juni 2018 - 00:02 WIB > Dibaca 626 kali Print | Komentar
Ulama Syiah Menang, Gudang Kotak Suara Terbakar Situasi Irak Tetap Panas
Berita Terkait



IRAK (RIAUPOS.CO) - Ketegangan di Irak belum reda menyusul ulama Syiah Moqtada Al Sadr dinyatakan sebagai pemenang pemilu Irak. Kemenangan itu makin bertambah panas setelah gudang tempat penyimpanan kotak-kotak berisi balot (surat suara) di Baghdad pada Minggu (10/6/2018), terbakar.

Separo balot pemilih di ibu kota Irak itu tersimpan di gudang tersebut. Perdana Menteri Irak Haider Al Abadi langsung berang mendengar kabar tersebut. "Membakar gudang pemilu adalah plot untuk melukai negeri dan demokrasi di dalamnya. Kami akan mengambil langkah yang dibutuhkan untuk menindak siapa saja yang merongrong keamanan penduduk dan negara," tegas Abadi. Saat ini penyebab kebakaran masih diselidiki.

Abadi kalah dari ulama Syiah Moqtada Al Sadr dalam pemilu lalu. Berdasar penyelidikan versi Abadi, alat-alat elektronik yang dipakai untuk menghitung balot tidak dicek sebelumnya dan error. Akibatnya, hasil penghitungan tidak sesuai dengan kenyataan.

Mayoritas legislator pun mendukungnya. Parlemen memerintahkan penghitungan ulang balot secara manual. Salah seorang anggota parlemen yang bakal kehilangan kursi, Salim Al Jabouri, malah mengusulkan pemilu ulang. Sebab, pasca kebakaran, penghitungan balot secara manual juga tidak akan akurat. Jabouri meyakini ada kecurangan selama pemilu.

Padahal, otoritas yang bertanggung jawab atas balot itu menegaskan bahwa kebakaran tidak berpengaruh ke penghitungan. Sebab, tidak ada kotak balot yang terbakar. Kotak penentu nasib Abadi tersebut telah diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi yang aman.

Miru Systems, perusahaan Korea yang menyediakan alat penghitungan elektronik di Irak, menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan alat mereka.

"Kami telah mengecek alat yang dipakai di Irak setelah tudingan kecurangan mencuat dan mendapati tidak adanya malafungsi di alat maupun sistemnya, ujar juru bicara pihak Miru System sebagaimana dilansir Reuters.(sha/c14/ano)
KOMENTAR
Berita Update
Curi Emas di Inhu, Dua Pelaku Curat Ditangkap di Jambi

Curi Emas di Inhu, Dua Pelaku Curat Ditangkap di Jambi
Jumat, 13 Desember 2018 - 17:00 wib
Curi Sepeda Motor,  Karyawan Swasta Ditangkap

Curi Sepeda Motor, Karyawan Swasta Ditangkap
Jumat, 13 Desember 2018 - 16:00 wib

Menkumham Apresiasi Siak Kabupaten Peduli HAM 2017
Jumat, 13 Desember 2018 - 15:30 wib

Gubernur Terpilih Hampiri WTH
Jumat, 13 Desember 2018 - 15:00 wib
Rakerda, Forki Riau Bahas Persiapan Pra PON

Rakerda, Forki Riau Bahas Persiapan Pra PON
Jumat, 13 Desember 2018 - 14:30 wib
Polres Bengkalis Amankan Dua Tersangka Kapal Tenggelam

Polres Bengkalis Amankan Dua Tersangka Kapal Tenggelam
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:55 wib

Mario Gomez Diputus Kontrak
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:46 wib

Pamsimas Atasi Kesulitan Air Bersih
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:30 wib

Forkoperi Angin Segar untuk Perubahan Kenegrian Kari
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:16 wib
Pencarian Korban Hanyut Dihentikan

Pencarian Korban Hanyut Dihentikan
Jumat, 13 Desember 2018 - 13:01 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Protes Pajak BBM Prancis Ditunggangi Kelompok Radikal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 16:08 WIB

Dokter Ancam Hentikan Operasi Jika Pasien Tak Bayar 2.230 Dolar AS
Pesawat Trump Tak Semewah Pesawat Kepresidenan Meksiko

Rabu, 05 Desember 2018 - 16:47 WIB

Skandal 1MDB Akan Masuk dalam Pelajaran Sejarah Malaysia
110 Pemerkosaan Terjadi di Afrika Selatan Setiap Hari

Senin, 03 Desember 2018 - 14:22 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini