Wonderful Indonesia
DALAM PIDATO POLITIK
AHY Kritik Revolusi Mental Jokowi, Begini Reaksi Puan Maharani
Selasa, 12 Juni 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 416 kali Print | Komentar
AHY Kritik Revolusi Mental Jokowi, Begini Reaksi Puan Maharani
Agus Harimurti Yudhoyono. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kritik Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang revolusi mental ditanggapi Menko PMK Puan Maharani.

Adapun revolusi mental merupakan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Puan memandang, kritik merupakan hal lumrah dalam demokrasi.

"Itu biasa saja dalam dinamika politik seperti ini," katanya di sela-sela pelepasan peserta mudik gratis di DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2018).

Dia menduga kritik yang dilontarkan AHY lantaran Demokrat belum memutuskan koalisi atau dukungan untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Namun, imbuhnya, pemerintah tetap menerima kritik SBY.

"Hari ini Demokrat juga belum menentukan posisinya ada di mana. Jadi kalau memberikan kritik selama membangun saya terima," ucap ketua bidang politik dan hubungan antaralembaga di DPP PDIP itu.

Lantas, soal apakah kritik yang dilontarkan AHY berarti peluang Demokrat untuk ikut koalisi pendukung Jokowi tertutup, menurutnya, keputusan Demokrat ada di tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ketua umum di partai pemenang Pemilu 2009 itu.

"Apakah akhirnya Demokrat bergabung atau tidak, tentu tanya ke Pak SBY," tutup menteri yang diserahi mengurus program revolusi mental tersebut.

AHY diketahui dalam pidato politiknya mengatakan, saat ini Presiden Jokowi hanya fokus kepada pembangunan infrastruktur. Padahal, ada yang lebih penting. Pembangunan manusia, misalnya.

"Saudara-saudara, sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia," katanya dalam pidato politik bertemakan "Dengarkan Suara Rakyat" di JCC, Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Dia juga mempertanyakan program revolusi mental yang menjadi janji kampanye Jokowi. Akan tetapi, revolusi mental kini tidak terdengar lagi.

"Ketika pemerintah saat itu berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan dan proyek infrastruktur lainnya, pantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?" tanya putra sulung SBY itu.(gwn)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi

Jumat, 22 Juni 2018 - 13:51 WIB

Ribuan Masyarakat Siap Antar Andi Rachman Dua Periode
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha

Jumat, 22 Juni 2018 - 11:41 WIB

Bertekad Bangun Riau Lebih Baik

Jumat, 22 Juni 2018 - 11:20 WIB

Ketum Perintahkan Kader PAN Menangkan Syamsuar-Edy
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini