USUNG ISU REFORMASI
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Jusuf Kalla Minta Hak Veto Dihilangkan
Selasa, 12 Juni 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 416 kali Print | Komentar
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Jusuf Kalla Minta Hak Veto Dihilangkan
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (JPNN)
TOKYO (RIAUPOS.CO) - Reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salah satunya adalah menghilangkan hak Veto lima negara yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, didorong oleh Wapres Jusuf Kalla.

Adapun Indonesia yang beberapa waktu lalu disahkan menjadi anggota tidak tetap DK PBB akan mengusung isu reformasi itu. Menurutnya, sebenarnya bukan hanya Indonesia yang menginginkan adanya reformasi itu, melainkan banyak negara juga menyerukan hal yang sama.

"Salah satunya menghilangkan hak veto lima negara. Itu bukan hanya Indonesia, tapi upaya bersama untuk me-reform PBB," katanya usai tiba di Bandar Udara internasional Narita,Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018).

Diketahui, lima negara yang menjadi anggota tetap DK PBB, yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Perancis. Adapun hak veto merupakan hak untuk membatalkan resolusi yang telah dikeluarkan oleh Dewan Keamanan.

"Memang masalahnya selalu di situ, kalau kami bicara Palestina selalu diveto Amerika. Kalau bicara tentang negara yang kontra Rusia diveto Rusia," tuturnya.

Diterangkannya, Indonesia kembali terpilih sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk yang keempat kalinya. Dia menyebut, PBB memiliki peran penting dalam menjaga perdamaian dunia.

“Ini sangat strategis apalagi kami sebagai negara yang besar tentu sangat penting posisi ini. Karena banyak masalah-masalah yang dapat kami bicarakan langsung apabila menjadi anggota DK. kalau tidak menjadi anggota DK,ya, itu tinggal di majelis umum aja, atau di institusi-institusi PBB lainnya,” sebutnya.

Diterangkannya, DK itu satu tingkat di bawah majelis umum. Jika dianalogikan dengan organisasi, DK itu pengurus hariannya, yang bekerja sepanjang waktu apabila ada masalah-masalah di dunia ini.

Dengan masuknya Indonesia sekarang ini, selama dua tahun Indonesia harus aktif membahas, menyelesaikan masalah-masalah dunia.

“Jadi, kami merasa ini bukan suatu kehormatan, tapi tanggung jawab. Karena dapat berbicara secara langsung dalam masalah-masalah di dunia ini,” terangnya.

Diketahui, Indonesia akan memberi atensi besar pada persoalan di Asia, seperti Rohingya, konflik semenanjung Korea. Dia pun berharap pertemuan pimpinan Korea Utara dan Amerika Serikat berhasil, berarti satu soal selesai.

Selanjutnya, upaya perdamaian di Afganistan mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik.

“Namanya saja DK, itu bagaimana memberi kedamaian dan perdamaian di dunia ini. Jadi, atensi Indonesia seperti itu, menjaga stabilitas dan keamanan daripada negara lain,” tuntasnya.

Wapres Jusuf Kalla pada malam harinya bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sebelum Conference Dinner Konferensi Future of Asia di Tokyo, Jepang. Dia pun sempat berbincang-bincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

JK akan menjadi pembicara di Konferensi Future of Asia yang mengangkat tema "Bagaimana Menjaga Agar Asia Terbuka Untuk Mencapai Kemakmuran dan Stabilitas". (jun)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Bintang Property Tawarkan Diskon Spesial
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:36 wib

YBM BRI Pekanbaru Salurkan Rp864 Juta pada 12 PUKR
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:32 wib
4.573 Pelamar Resmi Mendaftar CPNS

4.573 Pelamar Resmi Mendaftar CPNS
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:30 wib

Perkindo Riau Gelar Musda III
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:26 wib
Rupiah Bergerak Stagnan

Rupiah Bergerak Stagnan
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:23 wib
Press Release Kompolnas
Tentang Pentingnya Soliditas Polri di Masa Kampanye Pileg dan Pilpres
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:04 wib
Bupati Buka Konferensi LB ke-10 PGRI Kampar
Azis: PGRI Berperan Tingkatkan Kinerja dan SDM Guru
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:00 wib
PDIP Ogah Ikuti Cara PKS

PDIP Ogah Ikuti Cara PKS
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:54 wib
Hanya 164 Anggota Dewan Hadiri Paripurna

Hanya 164 Anggota Dewan Hadiri Paripurna
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:53 wib

Normalisasi Drainase di Titik Rawan Banjir
Rabu, 17 Oktober 2018 - 13:40 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
1.500 Migran Honduras  Jalan Kaki Menuju AS

Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:56 WIB

Uzbekistan Mulai Terbuka setelah Terisolasi Puluhan Tahun
Kecelakaan Bus di Kenya, 40 Orang Tewas

Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:21 WIB

Trump Kesal dengan Taylor Swift

Kamis, 11 Oktober 2018 - 16:08 WIB

Mahathir Jadi Juru Kampanye Anwar Ibrahim

Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:53 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us