BERBURU SARANG KETUPAT DAUN KAPAU
Hanya Tersisa Lima Penjual Saja
Selasa, 12 Juni 2018 - 10:33 WIB > Dibaca 305 kali Print | Komentar
Hanya Tersisa Lima Penjual Saja
SARANG KETUPAT: Pedagang menyelesaikan pembuatan sarang ketupat dari daun kapau di kawasan Kampung Bandar, Senapelan, Senin (11/6/2018). (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Idulfitri tak lengkap tanpa ketupat. Di Pekanbaru, ada satu lokasi pusat pembuatan sarang ketupat. Bukan sarang ketupat biasa yang terbuat dari daun pucuk kelapa. Tapi dari daun kapau.

Di pinggiran Sungai Siak, di Jalan Meranti, Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan terdapat kedai-kedai dengan sarang ketupat yang bergelantungan. Beberapa warga tampak asyik merangkai helai-helai daun untuk dibuat menjadi sarang ketupat.

Lokasi ini memang menjadi salah satu pusat pembuatan sarang ketupat yang diburu masyarakat jelang Idulfitri. Tak heran jika saat-saat seperti ini, membuat sarang ketupat menjadi usaha sampingan warga di sini.

Yang membedakan sarang ketupat di tempat ini adalah bahan daunnya. Bukannya memakai daun kelapa, warga membuat dari daun kapau. Di mana daun ini diambil dari hutan-hutan yang berada di Minas, Tapung hingga Perawang.

Emi Pohan (45) salah satu penjual ketupat daun kapau di Jalan Meranti ini. Ia menyebutkan penjual ketupat daun kapau ini merupakan usaha turun menurun menjelang Idulfitri. Apalagi penjual ketupat daun kapau di wilayah ini hanya lima orang.

Ia juga menjelaskan jika ketupa tdaun kelapa dengan ketupat sangat berbeda. Meski sekilas dari segi daun hampir mirip. Perbedaan yang tampak adalah ketupat daun atau pucuk kapau ini lebih tahan lama.

Ketupat yang ia jual tidak hanya didapat pada saat momen hari raya saja atau hari besar keagamaan, tetapi masyarakat juga bisa memesan langsung ke rumahnya sebagai acara besar. Ia membuat ketupat daun kapau ini sebagai usaha sampingan.

“Daun kapau ini sangat sulit dicari di Pekanbaru,karena bahan baku ini diambil dari hutan-hutan yang berada di Minas, Tapung hingga Perawang,” katanya.

Untuk satu ikat berisi 100 buah ketupat dijual Rp40 ribu. Tahun ini ia dibantu anaknya membuat sebanyak 15 ribu ketupat. Sementara tahun lalu, pasangan ini membuat 22 ribu ketupat dan semuanya ludes terjual di H-3 Idulfitri. Jika masyarakat ingin ketupat tersebut jadi beserta nasi dijual satuannya Rp4.000.

“Jika sarang ketupat ini tidak  habis terjual tahun ini, tahun depan masih bisa digunakan. Daunnya tahan lama,” kata Emi yang sudah 13 tahun berjualan ketupat di Jalan Meranti ini.

Selain itu, peminat daun kapau ini hingga keluar Kota Pekanbaru. “Ketupat ini sudah fikenal hingga Bengkalis, Meranti dan Batam. Banyak yang suka dengan ketupat ini. Kami harapkan ketupat ini bisa dikenal lagi oleh masyarakat luas,”sebutnya.***

Laporan DEBSY MEDYA SEPTIANI, Pekanbaru

KOMENTAR
Berita Update

1.500 Migran Honduras Jalan Kaki Menuju AS
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:56 wib

Akrab Dengan Reptil
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:46 wib

Uzbekistan Mulai Terbuka setelah Terisolasi Puluhan Tahun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:43 wib

LPJK Riau Sertifikasi Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:33 wib

745 Ha Kelapa Sawit PTPN V Tanam Perdana
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:23 wib

MBtech Gelar Kompetisi Desain Online LWSA 2018
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:57 wib

Toyota Yaris Raih Gelar Car of the Year
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:53 wib

Garap Potensi Pasar Baja di Timur
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:43 wib
Neraca Dagang September Surplus
Penurunan Impor Lebih Tinggi daripada Ekspor
Neraca Dagang September Surplus
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:39 wib
Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Salah Nomenklatur, Guru Madrasah Tak Dapat Intensif
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Mobil Dinas Masih Dikuasai Mantan Pejabat

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:18 WIB

Tunjangan PNS Pemko Dipotong Bantu Korban Bencana

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:13 WIB

Tes Wawancara Belum Dilakukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:59 WIB

Pagi Ini, Tablig Akbar UAS dan Launching ATM Beras

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:44 WIB

Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:26 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us