MENJADI DAYA TARIK
Datang ke Singpura, Kim Jong Un Tak Bisa Dipotret Sembarangan
Senin, 11 Juni 2018 - 16:15 WIB > Dibaca 435 kali Print | Komentar
Datang ke Singpura, Kim Jong Un Tak Bisa Dipotret Sembarangan
Kim Jong Un. (NET)
SINGAPURA (RIAUPOS.CO) - Warga Singapura dan juga ekspatriat tertarik dengan kehadiran Kim Jong Un di sana. Sebab, mereka bisa melihat langsung sosok diktator dari negara paling tertutup di dunia tersebut.

Karena itu, tak ayal jika banyak orang yang berusaha memfoto cucu pendiri Korut Kim Il Sung itu. Mereka memadati Hotel St Regis tempat Kim Jong Un menginap. Jurnalis dari seluruh penjuru dunia pun ikut memburu foto sang pemimpin tertinggi.

Setidaknya, saat ini sebanyak 2.500 jurnalis berada di Singapura untuk meliput pertemuan Kim dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sekitar 80 persennya merupakan jurnalis asing.

Namun, Kim tampaknya tidak menikmati semua perhatian yang ditujukan kepadanya. Sejak turun dari pesawat dia selalu dikawal begitu ketat. Para pengawal itu tidak mengizinkan sembarang orang memotret Kim, terutama di area hotel.

Bahkan, mereka langsung meminta turis yang memotret agar menghapus foto-foto tersebut dari HP-nya. Pemerintah Singapura sendiri ikut memastikan privasi Kim tetap terjaga. Mereka memang tak tanggung-tanggung untuk ikut andil.

Pemerintah Negeri Singa sejauh ini telah mengucurkan SGD 20 juta atau setara Rp208,68 miliar untuk menjadi tuan rumah pertemuan bersejarah itu. Sebelum Kim tiba, Singapura telah mendeportasi dua jurnalis KBS, Korsel karena masuk ke kediaman duta besar Korut di Singapura tanpa ijin. KBS akhirnya meminta maaf.

Singapura pun sebelumnya melarang masuk beberapa orang yang disinyalir bakal membahayakan KTT. Memang, Singapura dikenal sangat ketat terkait aturan. Penduduk bahkan tidak bisa demo seenaknya.

Mereka harus izin lebih dulu dan ada lokasi khusus untuk menuangkan uneg-uneg mereka, tak bisa di sembarang tempat.

”Aturan ketertiban umum yang ketat berarti Trump dan Kim tidak akan menghadapi ancaman keamanan maupun dipermalukan oleh demonstran. Mereka bisa fokus pada inti pertemuan,” kata Profesor bidang hukum di Singapore Management University Eugene Tan. (sha/ang)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Perjuangkan Kader Jadi Wakil Rakyat
FSPTI Riau Gelar Rapimda
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:26 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Rossi Antusias Sambut MotoGP Jepang

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Halep Bisa Absen di WTA Final

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Cina Bantah Deradikalisasi Cuma Sasar Muslim

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:48 WIB

Fernando Alonso Tak Sabar Tinggalkan F1

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Najib Sembunyi-Sembunyi ke KPK Malaysia, Ada Kasus Baru?
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini