Waspada Gepeng Penggores Mobil di Lampu Merah
Senin, 11 Juni 2018 - 14:20 WIB > Dibaca 386 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kehadiran gelandangan dan pengemis (gepeng) yang menjamur memenuhi trotoar di persimpangan jalan kini menjadi masalah sosial tersendiri. Keberadaan mereka tentu saja dikeluhkan warga. Mereka datang mengganggu dengan meminta-minta. Tak ayal para pengemis terkesan meminta dengan cara memaksa. Bahkan mereka tak segan-segan menggores mobil jika dia tidak diberi uang recehan.

Ulah pengamen, anak jalanan ini biasanya mangkal di lampu merah (traffic light) yang memang rawan tindakan kejahatan. Lampu merah yang rawan aksi gores mobil itu antara lain di Simpang Pasar Pagi Arengka dan Simpang Mal SKA.

Hal ini diakui oleh Sendy, warga Jalan Marsan Panam. Ia mengaku telah dua kali kena aksi penggoresa  mobil ini. Aksi penggoresan ini disebabkan oleh dirinya tidak membeli sesuatu yang dijajakannya.

“Saya baru sadar ketika sampai di rumah. Mobil saya tergores cukup dalam. Kelihatannya seperti digores menggunakan tutup botol,” ujar Sendi.

Peristiwa yang sama dikeluhkan oleh Hardi warga Jalan Delima. Dia biasanya memang menyisihkan uang recehan di kendaraan. Namun pada saat itu uang recehannya habis. “Mobil saya kena gores  hingga 20 centimeter. Saat saya kejar pelakunya sudah lari jauh,” sebutnya.

Dirinya meminta kepada pemerintah meminta tindakan tegas terhadap gepeng ini jangam bertindak anarkis jika mereka tidak mau memberi. ”Masyarakat serba susah, tak dikasih duit dia memaksa. Sementara pemerintah melarang memberi sedekah di pingggir jalan. Oleh sebab itu, pemerintah harus tegas dan jangan seperti ini yang terkesan membiarkan gepeng semakin marak,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Chairani SSTP MSi mengakui setelah mendapat pengaduan ini segera berkoordinasi dengan Satpol PP Kota Pekanbaru, penyidik PNS dan bekerja sama dengan pihak kepolisian.

“Karena setelah gepeng yang terjaring akan kami bina dan diberikan pelatihan dan keterampilan,” ujarnya.

Bagi gepeng yang berasal dari luar kota segera dipulangkan. “Mudahan adanya operasi penertiban gepeng di persimpangan jalan agar tidak lagi mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” harapnya.(gem)
KOMENTAR
Berita Update

1.500 Migran Honduras Jalan Kaki Menuju AS
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:56 wib

Akrab Dengan Reptil
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:46 wib

Uzbekistan Mulai Terbuka setelah Terisolasi Puluhan Tahun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:43 wib

LPJK Riau Sertifikasi Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:33 wib

745 Ha Kelapa Sawit PTPN V Tanam Perdana
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:23 wib

MBtech Gelar Kompetisi Desain Online LWSA 2018
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:57 wib

Toyota Yaris Raih Gelar Car of the Year
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:53 wib

Garap Potensi Pasar Baja di Timur
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:43 wib
Neraca Dagang September Surplus
Penurunan Impor Lebih Tinggi daripada Ekspor
Neraca Dagang September Surplus
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:39 wib
Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Salah Nomenklatur, Guru Madrasah Tak Dapat Intensif
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Mobil Dinas Masih Dikuasai Mantan Pejabat

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:18 WIB

Tunjangan PNS Pemko Dipotong Bantu Korban Bencana

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:13 WIB

Tes Wawancara Belum Dilakukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:59 WIB

Pagi Ini, Tablig Akbar UAS dan Launching ATM Beras

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:44 WIB

Masterplan Drainase Diusulkan di APBD 2019

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:26 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us