Meningitis Bisa Dicegah
Senin, 11 Juni 2018 - 11:35 WIB > Dibaca 865 kali Print | Komentar
Meningitis Bisa Dicegah
Dokter Nurhayati.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Penyakit satu ini mungkin terbilang familiar di tengah masyarakat. Terlebih bagi para jamaah calon haji. Setiap para jamaah diwajibkan untuk imunisasi meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci Makkah. Seberapa bahayakah penyakit ini hingga perlu pencegahan dengan imunisasi?

Menurut dokter Nurhayati, penyakit tersebut memang berpotensi merenggut nyawa. Namun sebelum membahas lebih jauh, yuk kita simak dulu penjelasan tentang penyebab meningitis.

Menurut dokter berhijab ini, meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges. “Yaitu selaput yang melapisi otak dan selaput yang melapisi jaringan syaraf yang ada di dalam tulang belakang,” ujarnya.

Adapun penyebab meningitis ialah dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, jamur, dan keadaan non infeksi seperti neoplasma (tumor/kanker). Sedangkan penyebab utama meningitis pada anak adalah Haemophilus influenza tipe B (Hib) dan Streptococcus pneumoniae (Invasive pneumococcal disease/ IPD).

Gejala yang khas pada meningitis adalah demam, sakit kepala dan kaku kuduk. Kaku kuduk bukan hanya terasa sakit. Tetapi penderita tidak dapat menekukkan leher atau merasakan nyeri ketika dagunya di tekuk ke dadanya.

Tanda dan gejala lainya adalah photophobia (takut atau menghindari sorotan cahaya terang, red), phonophobia (takut atau terganggu dengan suara keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahan tak sadarkan diri.

“Pada anak biasanya gejala sulit dideteksi. Karena anak tidak bisa mengutarakannya. Namun umumnya pada bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif, red), gemetaran, muntah dan enggan menyusui. Pada pemeriksaan fisik, kulit di atas ubun-ubun bayi menjadi tegang dan ubun-ubun bisa menonjol,” sambungnya.

Menurut penelitian Arydina, dan kawan-kawan, kecurigaan meningitis terbanyak pada anak usia 1-5 tahun. Sedangkan meningitis bakteri paling banyak terjadi pada usia kurang dari 1 tahun. Hal ini juga didukung oleh penelitian observasional analitik yang dilakukan oleh Anggraini Alam, pada 2007 sampai dengan 2010 di Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung, bahwa kejadian meningitis bakterialis pada anak usia 6-18 bulan masih cukup tinggi terutama usia 6-12 bulan.

Jika tidak segera ditindak lanjuti, dampak lanjut dari meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya. Namum meningitis yang disebabkan oleh bakteri, bisa mengakibatkan kondisi serius. Misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian.


KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Get Your Korean Look

Rabu, 15 Agustus 2018 - 14:00 WIB

Berani Tampil Beda dengan Full Colour

Minggu, 12 Agustus 2018 - 12:02 WIB

Review jujur bantu perempuan pilih kosmetik

Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:28 WIB

Banyak Trick di Balik Bentuk Cantik

Kamis, 02 Agustus 2018 - 10:20 WIB

Make Up Look Glass Skin, Munculkan Kesan Licin

Kamis, 26 Juli 2018 - 11:44 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us