Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
KPK Tak Hentikan Penindakan
Senin, 11 Juni 2018 - 11:04 WIB > Dibaca 290 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan energi cukup banyak dalam penanganan kasus dugaan korupsi Tulungagung dan Kota Blitar. Betapa tidak, selama tiga hari berturut-turut, yakni sejak Jumat (8/6) hingga Ahad (10/6), kegiatan penyidikan di gedung KPK untuk dua kepala daerah itu selalu selesai dini hari.

Dimulai dari penetapan tersangka Bupati Tulungagung (nonaktif) Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar M Samanhudi Anwar pada Jumat pukul 01.50. Sehari kemudian disusul penahanan Samanhudi di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat pukul 01.32. Nah, kemarin giliran penahanan Syahri di Rutan Polres Jakarta Timur dilakukan pagi buta pukul 04.38.

Penahanan untuk kedua tersangka tersebut dilakukan untuk 20 hari pertama. Artinya, mereka bakal merayakan Idulfitri tahun ini di rumah tahanan. Bukan hanya itu, khusus Syahri, dipastikan juga tidak bisa mengikuti secara langsung hajatan politik Pilkada Tulungagung pada 27 Juni mendatang. Sebab, KPK menegaskan tidak akan memberi izin keluar tahanan untuk kegiatan pilkada.

“Kami tidak menghendaki keinginan itu (izin untuk kegiatan pilkada),” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK dini hari kemarin.

Saut memberikan perhatian lebih untuk perkara Tulungagung dan Kota Blitar. Saat penyerahan diri Syahri ke KPK, Saut berada di gedung KPK untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan maksimal. Hal tersebut jarang dilakukan pimpinan. Apalagi saat weekend seperti kemarin.

Saut mengatakan, penyerahan diri Syahri merupakan inisiatif sendiri. Itu setelah pihaknya mengeluarkan imbauan agar Syahri dan Samanhudi menyerahkan diri ke KPK pascaoperasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (6/6) dan Kamis (7/6) lalu. Keduanya sempat “menghilang” dan kucing-kucingan dengan KPK sebelum akhirnya menyerahkan diri.

Saat menyerahkan diri, KPK langsung memeriksa identitas Syahri dengan mengecek nama dan alamat di kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang dia bawa. Pengecekan itu untuk memastikan apakah pria yang menyerahkan diri sekitar pukul 21.20 tersebut adalah benar-benar Syahri.(tyo/jpg)

KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyiram Air Keras Masih Misterius, Novel  Bakal Diperiksa Lagi
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Diinfokan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan, PA 212 Ucapkan Terima Kasih
Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo, Alfian Tanjung Tetap Terbukti Bersalah
Terkait Pemberitaan, Wakapolri Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini