Polisi Gagalkan Penyeludupan 99 Kg Sabu
Minggu, 10 Juni 2018 - 12:54 WIB > Dibaca 705 kali Print | Komentar
Polisi Gagalkan Penyeludupan 99 Kg Sabu
BARANG BUKTI: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melakukan ekspose barang bukti penyeludupan 99 kilogram sabu-sabu dan 20.000 butir happy five, Sabtu (9/6/2018). (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bandar terus berupaya memasukkan narkotika ke Indonesia. Sabtu (9/6) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengungkap penyeludupan 99 kg sabu dan 20 ribu butir happy five di Perairan Langsa, Aceh Timur. Enam orang tersangka penyeludupan telah diamankan.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan, bermula dari informasi adanya sindikat internasional Malaysia membawa narkotika ke Batam, Kepulauan Riau. Dilakukan pengejaran dan ditemukan 8 kg sabu yang dibawa tiga orang tersangka. ”Lalu kasus ini dikembangkan, ternyata ada kelompok Aceh yang juga membawa narkotika dari Malaysia,” tuturnya.

Pada 3 Juni, petugas menyusuluri perairan Langsa di Aceh Timur. Tepatnya 35 mil laut, ditemukan tiga tersangka lain yang membawa 11 kg sabu. ”Mereka menggunakan sebuah perahu,” terangnya kemarin.     

Kasus ini kembali dikembangkan dan mengarah pada seorang tersangka lain. Sehari kemudian (4/6) ditangkap pelaku lainnya dengan barang bukti 30 kg sabu dan 20 ribu butir hapy five. ”Ternyata kasus ini masih terhubung dengan penyeludupan lain, di perairan yang sama ditangkap dua orang pelaku dengan barang bukti 50 kg sabu,” jelasnya.

Jumlah total sabu yang berhasil disita mencapai 99 kg. Dia menuturkan, upaya untuk menyita sabu ini bukan perkara mudah, sebab pelaku sempat berupaya membuang barang bukti ke laut. ”Namun, kami dengan segala upaya mampu untuk mengambil barang bukti itu,” tuturnya.

Menurutnya, Dittipid Narkoba tidak ingin hanya menjerat kurir. Karenanya, saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap pengendali dan pemodal penyeludupan 99 kg sabu dan 20 ribu butir happy five tersebut. ”Ini sedang dicari,” tuturnya.

Yang utama, kendati Polri saat ini sedang fokus dalam mengatur arus mudik, Dittipid Narkoba tidak akan kendor dan memberikan peluang bagi para bandar. ”Saya pastikan keinginan bandar memanfaatkan memontum bulan puasa ini tidak terlaksana,” ujarnya.

Dia mengatakan, berdasar pengalaman, bandar ini memang memetakan kondisi petugas kepolisian. “Bila sedang ada kegiatan besar yang diatur petugas, mereka coba ambil keuntungan,” paparnya.

Namun, Dittipid Narkoba sudah beberapa langkah di depan. ”Jadi, kami tidak akan biarkan generasi bangsa dirusak dalam kondisi apa pun,” papar jenderal bintang satu tersebut.(idr/das)

Laporan JPG, Jakarta


KOMENTAR
Berita Update

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib

Temukan Alat Kontrasepsi di Tempat Jagung Bakar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 wib

Mahasiswa Simpan 8 Ribu Ekstasi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:13 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Temukan Alat  Kontrasepsi di  Tempat Jagung Bakar

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 WIB

Mahasiswa Simpan 8 Ribu Ekstasi

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:13 WIB

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 WIB

Polisi Telusuri Pemodal Miras Oplosan

Rabu, 16 Januari 2019 - 10:57 WIB

Pelimpahan 2 Tersangka Korupsi Tunggu Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 14:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us