GANTIKAN PILOT GARUDA
YLKI Khawatir Keselamatan Penumpang Garuda Terancam di Tangan TNI AU
Sabtu, 09 Juni 2018 - 19:45 WIB > Dibaca 686 kali Print | Komentar
YLKI Khawatir Keselamatan Penumpang Garuda Terancam di Tangan TNI AU
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Rencana penerbang TNI AU menggantikan pilot Garuda harus disikapi dengan hati-hati oleh pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.

Dia menyampaikan itu karena memandang pemerintah ibarat bertaruh dengan keselamatan konsumen atas kebijakan tersebut.

"Sebagai contoh, untuk menerbangkan pesawat jenis Boeing 737-800 harus mengantongi lisensi dan rating yang bisa diperoleh tiga bulan. Juga perlu waktu untuk pengenalan rute, jenis bandara dan budaya layanan yang dipersyaratkan. Tidak bisa kami bayangkan kalau pergantian pilot itu dilakukan dalam waktu sekejap," ujarnya, sebagaimana dikutip dari JPNN, Sabtu (9/6/2018).

Dia menerangka, penempatan penerbangan TNI AU sebagai pilot Garuda bisa menjadi ancaman keselamatan penumpang. Pasalnya, dia memastikan, tidak ada pilot TNI AU yang sudah memiliki Sertifikat Pelatihan Boeing 737-800.

"Itu hanya salah satu contoh saja," tegasnya.

Ancaman mogok Serikat Karyawan Garuda (Sekarda) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG), kata dia lagi, masih terus berlangsung. Belum ada titik temu antara Sekarga, APG dengan pihak managemen Garuda dan atau pemerintah. Kecuali mediasi yang dilakukan oleh Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan dengan Sekarga dan APG.

"Itu pun hasilnya tidak jelas seperti apa," jelasnya.

Lebih jauh, dia memandang pemerintah mulai panik dengan ancaman mogok itu. Salah satu bentuk kepanikannya adalah ingin melibatkan pilot TNI AU untuk menggantikan pilot Garuda yang mogok.

"Sebuah tindakan yang main hantam kromo, bahkan antiregulasi, baik regulasi nasional dan atau internasional, ICAO. Sebab antara pilot penerbangan sipil dengan penerbangan militer berbeda aturan, dan berbeda karakter," tuntasnya. (tan)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Wako Harus Lebih Serius
Selasa, 11 Desember 2018 - 10:00 wib
Musim Hujan, Harga Komoditas Pertanian Naik

Musim Hujan, Harga Komoditas Pertanian Naik
Selasa, 11 Desember 2018 - 09:45 wib
Sabu-sabu Disimpan dalam Kotak Rokok

Sabu-sabu Disimpan dalam Kotak Rokok
Selasa, 11 Desember 2018 - 09:30 wib
Curi Sepeda Motor, Pria Pengangguran Dibekuk

Curi Sepeda Motor, Pria Pengangguran Dibekuk
Selasa, 11 Desember 2018 - 09:25 wib
Ruangan Rektor UMRI Disegel IMM
Diminta Mundur
Ruangan Rektor UMRI Disegel IMM
Selasa, 11 Desember 2018 - 09:06 wib

Pekerja Berhak Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Selasa, 10 Desember 2018 - 20:23 wib

Satker PBL Riau Laksanakan Workshop Simulasi SIMBG
Selasa, 10 Desember 2018 - 19:26 wib
KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit

KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit
Selasa, 10 Desember 2018 - 15:02 wib

1.019 Nelayan Diasuransikan
Selasa, 10 Desember 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit

Senin, 10 Desember 2018 - 15:02 WIB

Penjagaan Pengadaan Kartu KTP-el Tak Konsisten

Sabtu, 08 Desember 2018 - 15:06 WIB

16 Jenazah Penembakan Nduga Langsung Dikirim ke Rumah Duka
Jokowi: Adanya KKB Tak Menyurutkan Membangun Infrsatruktur Papua
KSHUMI Sentil Pemerintah soal Penyebutan untuk KKB

Kamis, 06 Desember 2018 - 21:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us