PANTAU KOMUNIKASI CIVITAS AKADEMIKA
Tegas! Anang Sebut Kebijakan Menristekdikti Buat Gaduh Publik, Ini Alasannya
Sabtu, 09 Juni 2018 - 15:45 WIB > Dibaca 387 kali Print | Komentar
Tegas! Anang Sebut Kebijakan Menristekdikti Buat Gaduh Publik, Ini Alasannya
Anang Hermansyah. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ide Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang ingin memantau komunikasi civitas akademika di perguruan tinggi menuai protes.

Anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah juga ikut mengkritik kebijakan itu. Ditegaskan politikus Partai Amanat Nasional (PAN), ide memantau komunikasi dosen dan mahasiswa oleh Menristekdikti M. Nasir itu sangatlah berlebihan dan missleading.

"Ini ide offside dan justru membuat gaduh ruang publik. Masalahnya di mana, solusinya apa. Itu gambaran dari gagasan pendataan nomer HP dan medsos mahasiswa dan dosen," katanya, sebagaimana diberitakan RMOL, Sabtu (9/6/2018).

Apalagi, imbuhnya, dari sisi teknis, rencana itu akan merepotkan karena program tersebut merupakan pekerjaan di hilir. Sementara jumlah civitas akademika sebanyak 8 juta jiwa yang terdiri dari 7,5 juta mahasiswa aktif, 300 ribu dosen/tenaga pengajar, dan tenaga non pendidik 200 ribu.

"Pertanyaannya, apakah 8 juta orang itu akan dipantau seluruhnya? Sisi teknis tentu akan sulit dan akan memakan biaya negara yang tidak kecil," tegasnya.

Dia menyarankan, sebaiknya, jika pemerintah serius menangkal paham radikalisme di perguruan tinggi, segera dibuat sistem pencegahan yang dilakukan di hulu. Proses masuknya mahasiswa baru di perguruan tinggi harus dimanfaatkan untuk melihat jejak rekam calon mahasiswa, serta orientasi Pengenalan Kampus harus dimanfaatkan untuk menjadi ajang penguatan karakter calon mahasiswa yang beroeintasi kebangsaan dan keIndonesiaan.

"Selain itu, perguruan tinggi harus menjadi wadah yang maksimal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas baik pembelajaran organisasi, olahraga maupun seni dan budaya. Unit Kegiatan Mahasiswa harus dikuatkan dengan pelibatan maksimal seluruh mahasiswa," paparnya.

Adapun organisasi kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pun, kata dia lagi, harus menjadi pilar utama untuk menangkal paham radikalisme di lingkungan kampus.

Kemudian, UKM di bidang dakwah kampus, juga menjadi tulang punggung untuk memastikan aktivitas keagamaan mahasiswa di lingkungan kampus beroreintasi paham keagamaan yang moderat dan berwawasan keindonesiaan.

"Upaya-upaya tersebut jauh lebih strategis dan berkelanjutan daripada mendata dan memantau komunikasi civitas akademika perguruan tinggi," tutupnya. (rus)

Sumber: RMOL
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
JCH Kuansing Wafat di Makkah

JCH Kuansing Wafat di Makkah
Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:00 wib

Motivasikan Atlet Senam Asian Games 2018
Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:30 wib

Bupati Resmikan Laboratorium Lingkungan
Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:30 wib
BSMI Bengkalis Kirim 4 Relawan ke Lombok

BSMI Bengkalis Kirim 4 Relawan ke Lombok
Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:01 wib

Tingkatkan Sosialisasi Penyuluhan Narkoba
Selasa, 14 Agustus 2018 - 15:00 wib
Pemko Pekanbaru
Realisasi APBD Baru 30 Persen
Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:54 wib

Bank Riau Kepri Sabet Dua Award Pada Ajang TOP Bank 2018
Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:44 wib
Penyeludupan
Lanal Dumai Selamatkan Kerugian Negara Rp4,5 M
Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:32 wib

Prabowo Optimis Sandiaga Lolos
Selasa, 14 Agustus 2018 - 13:28 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
JCH Kuansing Wafat di Makkah

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:00 WIB

Data Masih Proses Finalisasi, Formasi CPNS Tunggu Pusat

Selasa, 14 Agustus 2018 - 09:24 WIB

Korban Meninggal 392 Orang

Senin, 13 Agustus 2018 - 18:41 WIB

JCH Mulai Persiapan Wukuf

Minggu, 12 Agustus 2018 - 13:27 WIB

Iduladha Ditetapkan 22 Agustus

Minggu, 12 Agustus 2018 - 12:19 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us