BERIKTIKAF DI 10 MALAM TERAKHIR RAMADAN

Berharap Dapat Lailatul Qadar

Pekanbaru | Sabtu, 09 Juni 2018 - 10:57 WIB

Berharap Dapat Lailatul Qadar
MENGAJI: Jamaah membaca Alquran dalam kegiatan iktikaf di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, Jumat dini hari (8/6/2018). Cr9-mirsal-Riau pos

Beberapa masjid besar di Kota Pekanbaru pun rutin mengadakan kegiatan iktikaf bersama setiap tahunnya. Seperti di Masjid Darul Falah Al-Muttaqin, Masjid Jami Abu Ad-Darda, hingga Masjid Raya An-Nur tidak pernah absen untuk melakukan ibadah tersebut. Di masing-masing masjid itu, akan ada ustaz yang akan membimbing jamaah untuk memberikan ilmu agama.

Seperti yang terlihat pada malam 23 Ramadan di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, ratusan jamaah terlihat khusuk melaksanakan ibadah selama iktikaf. Kebanyakan dari mereka, mengejar malam ganjil dan berharap mendapat malam lailatul qadar. Beribadah dan berdoa pada malam lailatul qadar, akan dibebaskan dari segala dosa.

Kegiatannya dimulai dengan kegiatan tafsir, salat tahajud, tahsin, hingga zikir muhasabah. Pada malam ke-23 itu, Ustaz Zulkarnain Umar yang membimbing tafsir serta muhasabah. Pada Jumat (8/6) dini hari itu, ustaz menafsirkan Quran surah At-Tahrim. “Apa yang menjadi tujuan kita di atas dunia ini? Agar selalu senantiasa benar-benar paham menjalankan kehidupan sesuai petunjuk Allah. Jalan-jalan menuju Tuhannya, yang terkadang kita keluar dari jalan Allah, maka kembalilah dengan taubatan nasuha,” ujar ustaz Zulkarnain Umar.

Dalam tafsir itu, dirinya juga mengingatkan agar jamaah selalu berada di jalan Allah agar menjadi manusia yang beriman. “Selagi ruh masih di badan, maka jangan lari dari apa yang ditetapkan oleh Allah. Mudah-mudahan pada malam ini ada kemuliaan dari yang Allah turunkan. Karena amal terbaik pada saat bertemu malam lailatul qadar adalah bermohon ampun, beristighfar,” jelasnya.

Usai kegiatan tafsir, kemudian dilanjutkan dengan ibadah salah sunnah tahajjud. Sebelum salat dimulai, lampu-lampu dalam masjid dimatikan, hanya ada beberapa yang dibiarkan tetap menyala. Juga dengan seluruh blower turut dimatikan. Saat itu, hanya suara merdu imam yang menggema di dalam masjid. Imam kemudian membacakan surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan bacaan surah Ar-Rahman. Salat tahajud dilakukan sebanyak delapan rakaat, dengan satu salam setiap dua rakaat.

Seorang jamaah, Hen mengaku rutin ikut kegiatan iktikaf setiap tahun di Masjid Raya An-Nur bersama suaminya. “Kalau saya tidak menginap di sini, sejak malam ke-21 hingga malam ke-23. Saya berpindah-pindah dari Masjid Darul Falah Al-Muttaqin, Masjid Ar-Rahman, lalu malam ini saya ke Masjid Raya An-Nur. Saya senang karena ada yang membimbing kami di sini,” paparnya.(cr9)


Laporan TIM RIAU Pos, Kota





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook