TERKAIT KASUS E-KTP
Soal Kedatangan Bamsoet, Politikus PPP Ini Minta Jubir KPK Bicara Faktual
Jumat, 08 Juni 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 428 kali Print | Komentar
Soal Kedatangan Bamsoet, Politikus PPP Ini Minta Jubir KPK Bicara Faktual
Juru Bicara KPK Arsul Sani. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pesan penting datang dari Anggota Komisi III DPR Arsul Sani untuk Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

Arsul mengingatkan Febri bertindak proporsional dan faktual dalam memberikan keterangan ke media tanpa perlu menyelipkan pesan-pesan tersembunyi untuk menunjukkan superiotas KPK.

Hal itu dikatakannya sebagai respons keterangan Febri soal kedatangan Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet ke KPK, Jumat (8/6/2018), dalam rangka memberikan keterangan terkait kasus e-KTP.

Menurutnya, Bamsoet mendatangi KPK atas inisiatif sendiri, bukan karena adanya panggilan ulang dari penyidik.

"Hasil tabayun saya, ternyata tidak ada itu panggilan baru dari KPK. Yang ada pihak Mas Bamsoet berkomunikasi dengan penyidik KPK dan memberitahukan bisa datang Jumat pagi tadi untuk memberi keterangan mengingat kegiatan di DPR sudah mulai berkurang," ujarnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menerangkan, Bamsoet tiba di KPK pukul 08.00 dan selesai memberikan keterangan pukul 09.30. Kemudian, Bamsoet memberikan keterangan pers kepada wartawan di lobi gedung KPK.

Dia menegaskan, jika faktualnya seperti itu, seharusnya Febri sebagai juru bicara KPK menyampaikan ke publik bahwa Bamsoet sudah berkomunikasi dengan penyidik dan datang atas inisiatif sendiri untuk memberi keterangan tanpa ada panggilan ulang.

“Jadi, tidak ada kesan konten penyesatan informasi dalam penjelasan yang mengarah pada pembunuhan karakter,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, dirinya sebagai anggota DPR mendukung KPK untuk tetap terus melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi terhadap siapa saja. Akan tetapi, tidak perlu kemudian ada kontroversi atau perseteruan kelembagaan akibat komunikasi publik yang tidak faktual dari lembaga penegak hukum.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Debat Panas, lalu Berpelukan

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:48 WIB

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 WIB

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 WIB

Warga Keluhkan APK Caleg

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 WIB

Sandiaga Ingin KPK Ada di Setiap Daerah

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:53 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us