TERKAIT KASUS E-KTP
Soal Kedatangan Bamsoet, Politikus PPP Ini Minta Jubir KPK Bicara Faktual
Jumat, 08 Juni 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 351 kali Print | Komentar
Soal Kedatangan Bamsoet, Politikus PPP Ini Minta Jubir KPK Bicara Faktual
Juru Bicara KPK Arsul Sani. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pesan penting datang dari Anggota Komisi III DPR Arsul Sani untuk Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah.

Arsul mengingatkan Febri bertindak proporsional dan faktual dalam memberikan keterangan ke media tanpa perlu menyelipkan pesan-pesan tersembunyi untuk menunjukkan superiotas KPK.

Hal itu dikatakannya sebagai respons keterangan Febri soal kedatangan Ketua DPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet ke KPK, Jumat (8/6/2018), dalam rangka memberikan keterangan terkait kasus e-KTP.

Menurutnya, Bamsoet mendatangi KPK atas inisiatif sendiri, bukan karena adanya panggilan ulang dari penyidik.

"Hasil tabayun saya, ternyata tidak ada itu panggilan baru dari KPK. Yang ada pihak Mas Bamsoet berkomunikasi dengan penyidik KPK dan memberitahukan bisa datang Jumat pagi tadi untuk memberi keterangan mengingat kegiatan di DPR sudah mulai berkurang," ujarnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menerangkan, Bamsoet tiba di KPK pukul 08.00 dan selesai memberikan keterangan pukul 09.30. Kemudian, Bamsoet memberikan keterangan pers kepada wartawan di lobi gedung KPK.

Dia menegaskan, jika faktualnya seperti itu, seharusnya Febri sebagai juru bicara KPK menyampaikan ke publik bahwa Bamsoet sudah berkomunikasi dengan penyidik dan datang atas inisiatif sendiri untuk memberi keterangan tanpa ada panggilan ulang.

“Jadi, tidak ada kesan konten penyesatan informasi dalam penjelasan yang mengarah pada pembunuhan karakter,” tuturnya.

Lebih jauh dikatakannya, dirinya sebagai anggota DPR mendukung KPK untuk tetap terus melakukan kerja-kerja pemberantasan korupsi terhadap siapa saja. Akan tetapi, tidak perlu kemudian ada kontroversi atau perseteruan kelembagaan akibat komunikasi publik yang tidak faktual dari lembaga penegak hukum.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Jumat, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Perjuangkan Kader Jadi Wakil Rakyat
FSPTI Riau Gelar Rapimda
Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:26 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Formappi Sebut Pengelolaan Parpol Amburadul

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:42 WIB

Dua Kubu Sepakat Anggaran Saksi  Ditanggung APBN

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:31 WIB

Sandi Janjikan UKM  Go International

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:26 WIB

Bawaslu Masuk Pasar Kawal Hak Pilih

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:23 WIB

Kemendagri Bantah 31 Juta  Nama Tambahan untuk DPT

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us