Depan >> Berita >> Hukum >>
DUGAAN MERINTANGI PENYIDIKAN
Begini Peran Alia saat Mengurus Perawatan Novanto Menurut Bimanesh
Kamis, 07 Juni 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 686 kali Print | Komentar
Begini Peran Alia saat Mengurus Perawatan Novanto Menurut Bimanesh
Setya Novanto. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Adanya pengondisian perawatan terhadap mantan Ketua DPR RI Setya Novanto membuat terdakwa dugaan merintangi penyidikan korupsi e-KTP, dokter Bimanesh Sutardjo mengaku terkejut.

Dia bahkan mengklaim hanya menyampaikan informasi rencana perawatan kepada Plt Manajer Pelayanan Medik RS Medika Permata Hijau dokter Alia dan tidak tahu sampai ada pengondisian perawatan Novanto di RS Medika Permata Hijau.

"Saya cuma memberitahu bahwa nanti ada rencana permintaan untuk masuk dirawat (kepada dokter Alia tentang perawatan Setya Novanto), kok berlanjutnya begitu jauh sekali sampai ke persiapan melihat kamar, survei kamar, booking juga," ujarnya saat menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018).

Diakuinya, dirinya tidak pernah melakukan kontak dengan pihak rumah sakit dalam proses masuknya Novanto. Meski begitu, dia menyinggung peran dokter Alia dalam perkara merintangi penyidikan.

Tak hanya itu, dia bahkan juga menyinggung berita acara pemeriksaan (BAP) dr Alia yang menyatakan ada pembicaraan antara Alia dengan staf administrasi. Alia menerangkan kepada staf administrasi bahwa akan ada tamu masuk ruang VIP.

Alia bahkan disebut meminta kepada staf untuk tidak memasukkan orang agar pejabat negara bisa masuk. Lantas, setelah Bimanesh menerima telepon Fredrich Yunadi (mantan pengacara Setya Novanto) sekitar pukul 14.00 WIB, Alia mengondisikan perawatan.

Alia menawarkan kepada sejumlah pihak yang mau merawat. Perawat Indri pun bersedia merawat Novanto. Di samping itu, dalam BAP Alia, Fredrich pun disebut meminta menemui Alia pada pukul 17.30 WIB.

Diketahui, pertemuan pun dihadiri pula staf Fredrich Achmad Rudyansyah. Begitu Fredrich tiba, Alia mengajak para pihak untuk melihat kondisi kamar novanto

"Nah lalu Fredrich datang, bersama dokter Alia melihat kondisi kamar yang akan dipakai Novanto. Bahkan, mereka memfoto," terangnya.

Kemudian, Bimanesh menyinggung peran Alia yang meminta dokter IGD saat itu dr. Michael untuk menerima Novanto. Hal itu disebut tertuang dalam BAP Alia.

"Bahkan, dokter Alia pukul 17.00 lebih mendatangi Michael menyampaikan hal yang sama, terima aja apa adanya," paparnya.

Akibat perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.(rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit

KTP-el Tercecer Lagi, Langsung Muncul Desakan Audit
Senin, 10 Desember 2018 - 15:02 wib

1.019 Nelayan Diasuransikan
Senin, 10 Desember 2018 - 14:00 wib

Prabowo-Sandiaga Bidik Suara Jateng
Senin, 10 Desember 2018 - 13:50 wib
Gali Potensi  Daerah

Gali Potensi Daerah
Senin, 10 Desember 2018 - 13:30 wib
463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB

463 Pelamar CPNS Meranti Jalani SKB
Senin, 10 Desember 2018 - 13:00 wib

Pekanbaru Usung Konsep Porprov Rasa PON
Senin, 10 Desember 2018 - 12:44 wib

Bank Riau Kepri Ikut Pameran IBIC 2018
Senin, 10 Desember 2018 - 12:41 wib
Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Senin, 10 Desember 2018 - 12:35 wib
Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik

Harga Minyak Goreng Curah Terus Naik
Senin, 10 Desember 2018 - 12:25 wib
Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat

Pengumuman Kelulusan SKB Tunggu Pusat
Senin, 10 Desember 2018 - 12:15 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
15 ASN Minta Pendampingan Hukum

Senin, 10 Desember 2018 - 10:29 WIB

Laporan Ombudsman Dinilai Janggal

Sabtu, 08 Desember 2018 - 11:03 WIB

Suami Inneke Bisnis Kamar Asmara di Lapas Sukamiskin

Jumat, 07 Desember 2018 - 04:41 WIB

Membandingkan Kasus Habib Bahar dengan ABG Penghina Presiden
Habib Bahar Diperiksa, FPI Beri Pengawalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 20:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us