Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
SETELAH 38 TAHUN BERKARIER
Saat Rawat Setya Novanto, Dokter Bimanesh Akui Temui Keganjilan
Kamis, 07 Juni 2018 - 16:50 WIB > Dibaca 251 kali Print | Komentar
Saat Rawat Setya Novanto, Dokter Bimanesh Akui Temui Keganjilan
Dokter Bimanesh Sutarjo. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Sidang beragendakan pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2018)., dijalani dokter Bimanesh Sutarjo.

Terdakwa perkara dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi e-KTP itu dalam persidangan tersebut mengaku selama 38 tahun berkarier sebagai dokter tidak pernah menemukan keganjilan seperti perawatan mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Dia bahkan mengklaim, tidak tahu betul soal pemesanan kamar untuk mantan ketua DPR itu.

"Saya betul-betul tidak pernah tahu bahwa ada rencana pemesanan kamar sampai ke VIP, padahal pasien belum datang," ujarnya kepada majelis hakim.

Dia menerangkan, kala itu Fredrich meneleponnya dan menanyakan kamar inap yang kosong di tempatnya bertugas. Akan tetapi, dia menilai pihak RS Medika Permata Hijau sangat terbuka untuk merawat Novanto.

"Tapi saya nggak pernah menunjuk kamar yang mahal atau apa. Jadi, memang customnya kita gitu biasanya, bukan memesan kamar. Kok dari pihak rumah sakit ada demikian besar perhatiannya sampe seperti itu," tuturnya.

Dalam merawat Novanto, sambungnya, dirinya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) sebagai seorang dokter dalam merawat pasien. Kata dia, dirinya tidak pernah memerintahkan Novanto untuk tidak mendapat perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD).

"Maaf sekali yang mulia, maaf sekali. Saya nggak bilang kalau pasien langsung dibawa ke atas, saya kan tahu prosedur yang mulia. Saya nggak mau melanggar prosedur itu, tetap semua pasien harus masuk lewat UGD. SOP itu tetap di atas segalanya," tandasnya.

Jaksa KPK dalam perkara itu mendakwa Bimanesh menghalangi atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, yang menyeret Novanto. Dia disebut bekerja sama dengan Fredrich Yunadi. Keduanya diduga melakukan kesepakatan jahat untuk memanipulasi hasil rekam medis Setnov yang saat itu sedang diburu oleh KPK dan Polri.

Akibat perbuatannya, Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) kesatu KUHP. (rdw)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyiram Air Keras Masih Misterius, Novel  Bakal Diperiksa Lagi
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Diinfokan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan, PA 212 Ucapkan Terima Kasih
Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo, Alfian Tanjung Tetap Terbukti Bersalah
Terkait Pemberitaan, Wakapolri Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini