Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
UNTUK KEGIATAN OPERASIONAL
Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Rabu, 06 Juni 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 443 kali Print | Komentar
Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polri kabarnya meminta tambahan anggaran hingga Rp44 triliun ke pemerintah untuk memaksimalkan penanganan kasus terorisme yang sejauh ini masih menjadi momok bagi keamanan di Indonesia.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, anggaran polri tahun ini telah mencapai Rp100 triliun. Akan tetapi, pagu indikatifnya hanya berkisar Rp60-70 triliun. Karena itu, Polri butuh dana tambahan untuk kegiatan operasional.

"Kalau anggaran kami tahun ini lebih dari Rp100 triliun. Nah yang kemarin diajukan pagu indikatifnya Rp60-70 triliun. Makanya diminta tambahan lagi," katanya di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Saat ini, imbuhnya, penyebaran sel-sel teroris telah merata hingga 34 provinsi. Jumlah itu meningkat dari tahun 2012 yang hanya 16 daerah rawan. Atas dasar itu, Kapolri telah menginstruksikan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk membina satuan tugas (satgas) anti teror 34 Polda seluruh Indonesia.

Diketahui, satgas itu sendiri terdiri dari personel-personel polisi dari setiap Polda.

"Pemetaan kita sudah 34 Polda dan ini ada semua itu ada sel-sel teroris. Oleh sebab itu, bapak Kapolri minta Densus 88 membina satgas-satgas antiteror di daerah," imbuhnya.

Adapun permintaan anggaran tambahan juga dikarenakan naiknya tunjangan anggota kepolisian. Dengan begitu, secara otomatis Polri butuh dana lebih untuk membayar gaji para anggotanya.

"Tunjangan kerja kita kan juga naik diumumkan pak Presiden 70 persen dari yang sekarang hanya 53 persen. kan lebih banyak lagi memerlukan biaya," sebutnya.

Dia menyampaikan, Rp44 triliun anggaran tambahan itu tidak hanya untuk penanggulangan terorisme, tetapi juga termasuk anggaran belanja pegawai hingga pembelian peralatan keperluan penyelidikan.

"Belanja modal beli peralatan IT. IT ini kan kadang-kadang 6 bulan sudah berubah, sudah out of dead. Kami memerlukan peralatan-peralatan yang canggih untuk melakukan penyidikan invesitigasi," tandasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyiram Air Keras Masih Misterius, Novel  Bakal Diperiksa Lagi
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Diinfokan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan, PA 212 Ucapkan Terima Kasih
Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo, Alfian Tanjung Tetap Terbukti Bersalah
Terkait Pemberitaan, Wakapolri Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini