Depan >> Berita >> Hukum >>
UNTUK KEGIATAN OPERASIONAL
Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Rabu, 06 Juni 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 728 kali Print | Komentar
Minta Anggaran Tambahan Rp44 T, Polri Ingin Maksimalkan Penanganan Terorisme
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polri kabarnya meminta tambahan anggaran hingga Rp44 triliun ke pemerintah untuk memaksimalkan penanganan kasus terorisme yang sejauh ini masih menjadi momok bagi keamanan di Indonesia.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, anggaran polri tahun ini telah mencapai Rp100 triliun. Akan tetapi, pagu indikatifnya hanya berkisar Rp60-70 triliun. Karena itu, Polri butuh dana tambahan untuk kegiatan operasional.

"Kalau anggaran kami tahun ini lebih dari Rp100 triliun. Nah yang kemarin diajukan pagu indikatifnya Rp60-70 triliun. Makanya diminta tambahan lagi," katanya di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Saat ini, imbuhnya, penyebaran sel-sel teroris telah merata hingga 34 provinsi. Jumlah itu meningkat dari tahun 2012 yang hanya 16 daerah rawan. Atas dasar itu, Kapolri telah menginstruksikan kepada Detasemen Khusus (Densus) 88 untuk membina satuan tugas (satgas) anti teror 34 Polda seluruh Indonesia.

Diketahui, satgas itu sendiri terdiri dari personel-personel polisi dari setiap Polda.

"Pemetaan kita sudah 34 Polda dan ini ada semua itu ada sel-sel teroris. Oleh sebab itu, bapak Kapolri minta Densus 88 membina satgas-satgas antiteror di daerah," imbuhnya.

Adapun permintaan anggaran tambahan juga dikarenakan naiknya tunjangan anggota kepolisian. Dengan begitu, secara otomatis Polri butuh dana lebih untuk membayar gaji para anggotanya.

"Tunjangan kerja kita kan juga naik diumumkan pak Presiden 70 persen dari yang sekarang hanya 53 persen. kan lebih banyak lagi memerlukan biaya," sebutnya.

Dia menyampaikan, Rp44 triliun anggaran tambahan itu tidak hanya untuk penanggulangan terorisme, tetapi juga termasuk anggaran belanja pegawai hingga pembelian peralatan keperluan penyelidikan.

"Belanja modal beli peralatan IT. IT ini kan kadang-kadang 6 bulan sudah berubah, sudah out of dead. Kami memerlukan peralatan-peralatan yang canggih untuk melakukan penyidikan invesitigasi," tandasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Kamis, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Kamis, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Kamis, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Kamis, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Kamis, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Kamis, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Kamis, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Kamis, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Kamis, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Siapa di Balik BBP, Kreator Hoaks Surat Suara?

Kamis, 10 Januari 2019 - 10:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini