Bulan Ini, Beras Sachet Beredar
Rabu, 06 Juni 2018 - 11:41 WIB > Dibaca 1089 kali Print | Komentar
Bulan Ini, Beras Sachet Beredar
LIHATKAN BERAS SACHET: Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso memperlihatkan beras sachet di Gedung DPRD Jakarta, belum lama ini. Beras ini ditargetkan beredar sebelum Idul Fitri. (INTERNET)
Berita Terkait

Bulog Tawarkan Beras Berkualitas dan Murah

Warga Penasaran dengan Beras Sachet



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Beras sachet (kemasan kecil) akan segera diedarkan. Targetnya, sebelum Idul Fitri yang jatuh pada tengah bulan ini. Menurut Direktur Utama (Dirut) Bulog Budi Waseso, sebetulnya sudah tidak ada persoalan berarti untuk menggulirkan kebijakan tersebut.

Tinggal mengecek kesiapan akhir menyangkut kesiapan beras, finalisasi model sachet, hingga pemetaan distribusi. “Nah ini kan dicetak harus sama, modelnya sama, dan kesiapan beras di daerah,” katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/6).

Tapi, pria yang akrab disapa Buwas itu belum bisa memastikan berapa ton yang akan dikemas sebagai tahap awal. Untuk diketahui, pembuatan beras sachetan menjadi salah satu terobosan yang dilontarkan Buwas setelah dilantik sebagai Dirut Bulog bulan lalu.

Rencananya, beras dengan kualitas premium itu akan dibuat kemasan berukuran 200 gram atau setara tiga piring nasi. Harga yang dipatok Rp2.500 per sachet. Mantan Kabareskrim itu menambahkan, untuk tahap awal, pihaknya memang hanya mengemas untuk beras jenis premium.

Namun, tidak menutup kemungkinan, ke depannya akan menjual jenis lainnya. “Kita uji coba lapangan, premium ini kan kualitasnya bagus. Jangan sampai ada komplain berasnya jelek,” tuturnya.

Buwas juga menegaskan, kebijakan tersebut boleh dilakukan oleh pelaku usaha beras lain. Sebab, lanjutnya, pengedaran beras sachetan dibuat Bulog bukan untuk kepentingan bisnis. Melainkan untuk menjaga ketersediaan beras di lapangan sehingga tidak terjadi kelangkaan.“Itu kan tujuannya bukan bisnis, tapi bagaimana beras sebagai bahan pokok ada dimana-mana. Tak ada lagi kelangkaan beras,” kata dia.

Dengan harga Rp2.500, dia yakin semua kalangan bisa mengakses beras setiap harinya. Selain itu, lanjutnya, pembuatan beras sachet dengan ukuran yang kecil juga sebagai upaya menghindari upaya pengoplosan oleh oknum. Sebab secara teknis jauh lebih sulit jika mengoplos ukuran kecil, mengingat mudah untuk dikenali. ”Kalau kita tak siasati itu, kalau kita gelontorkan beras curah, ya berubah-ubah (dioplos),” katanya.(far/ttg/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Dua Kecamatan Masih Terendam
Jumat, 16 November 2018 - 17:30 wib
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Jumat, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Jumat, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Jumat, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Jumat, 16 November 2018 - 15:45 wib
Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi
Jumat, 16 November 2018 - 15:30 wib
Dibuka Tim Bupati Vs Wartawan
50 Tim Ikuti Serindit Boat Race
Jumat, 16 November 2018 - 15:15 wib
Spesialis Bongkar  Rumah Kosong Diringkus

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus
Jumat, 16 November 2018 - 15:00 wib
Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis
Jumat, 16 November 2018 - 14:45 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Telkomsel Hadirkan Kerja Sama Non-Tunai dengan Adhya Tirta Batam
Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 WIB

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 WIB

Daihatsu Jelajah Hangatnya Minyak Kayu Putih dan Pantai Jikumerasa
Koleksi dari Paris, Boutique Si.Se.Sa Dibuka di Kota Pekanbaru
Sagang Online
loading...
Follow Us