Jurnalis Radar Papua Dihajar Massa saat Bertugas

Nasional | Rabu, 06 Juni 2018 - 11:39 WIB

MANOKWARI (RIAUPOS.CO) - Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus. Hal tersebut dibuktikan dengan kembali terjadinya kriminalisasi terhadap kerja jurnalis.

Wartawan Radar Papua (Jawa Pos Group) Nofryanto Terok dihakimi oknum sekelompok massa, saat meliput insiden terbakarnya sepeda motor, di areal SPBU Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Selasa (5/6) sekitar pukul 14.16 WIT.

Nofry panggilan akrab korban, menceritakan peristiwa penganiayaan berawal saat dirinya sedang mengambil gambar, sepeda motor terbakar usai keluar dari SPBU, kemudian sedang diseret menjauh keluar dari area SPBU.

Saat itu saya dari arah lampu merah Bank Mandiri, saya lihat di arah SPBU Sanggeng ada kepulan asap yang cukup tebal naik ke atas. Orang-orang maupun kendaraan mulai terlihat berbalik arah. Sebagai seorang jurnalis, saya tergerak untuk melihat apa yang terjadi di TKP. Dan setelah dekat, motor yang saya gunakan, saya titipkan di dekat Toko Royal Bangunan, ujarnya.

Dengan kondisi terdesak, beruntung Nofry berhasil meloloskan diri. Dengan mencegat sepeda motor yang lewat, menuju pos polisi yang tak jauh dari TKP.

Tiba di pos polisi, saya disarankan untuk ke Polsek Kota. Di sana saya buat laporan polisi, katanya.

Akibat pemukulan yang dilakukan oleh oknum sekelompok massa, bagian wajah korban bengkak dan sempat mengeluarkan darah. Korban juga mengaku mulutnya sempat mengeluarkan darah.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi saat dikonfirmasi JPG  mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap laporan polisi yang sudah dibuat korban.  Pengeroyokan wartawan itu masih saya cek dulu, karena pelaporannya kan di Polsek, jadi saya cek dulu penyidiknya, ujar Kapolres.(jpg)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU




PT. Riau Multimedia Corporindo
Graha Pena Riau, 3th floor
Jl. HR Soebrantas KM 10.5 Tampan
Pekanbaru - Riau
E-mail:riaupos.maya@gmail.com