Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Pemilik Gelper Tersangka
Rabu, 06 Juni 2018 - 11:13 WIB > Dibaca 284 kali Print | Komentar
Berita Terkait

Gelper Mendadak Sepi



KOTA (RIAUPOS.CO) - Proses hukum terkait praktik judi berkedok gelanggang permainan (gel­per) anak-anak E-Zone, terus berlanjut di tangan Penyidik Polda Riau. Kini, empat orang yang diamankan saat penggerebekan pada Rabu malam (30/5) itu menyandang status tersangka.

Termasuk satu di antaranya adalah pemilik E-Zone yang terletak di Jalan Kaharudin Nasution Marpoyan Damai itu. Pemilik E-Zone itu berinisial KL. “Empat orang kami tetapkan tersangka, termasuk pemilik usaha,” kata Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto, Selasa (5/6).

Saat ini kata Hadi, mereka yang berstatus tersangka, ditahan di tahanan Mapolda Riau. “Sudah saya tanda tangani itu (surat penahannya, red),” ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Sub Direktorat Reserse Kriminal Umum Kompol Gunar Rahadianto. Dia menyebut, para tersangka tengah ditahan. “Kami lakukan penahanan, ada empat orang tersangka, termasuk pemiliknya,” kata dia.

Sementara untuk arena permainan anak E-Zone yang berada di dalam kawasan perbelanjaan itu, saat ini masih belum boleh dioperasionalkan. Garis polisi juga masih dipasang untuk kepentingan penyidikan.

Sebelumnya, Polda Riau berhasil membongkar praktik judi berkedok gelper anak-anak di Pekanbaru. Praktik judi ini terbongkar setelah penggerebekan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Riau, Rabu (30/5) malam.

Gelanggang permainan anak-anak E-Zone ini berada di lantai tiga pusat perbelanjaan di salah satu SPBU Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Saat penggerebekan tersebut, beberapa orang karyawan diamankan oleh polisi. Tak hanya karyawan, beberapa pengunjung dibawa.

Ruang tempat permainan anak-anak itu disterilkan. Dua mesin penghitung koin, juga diangkut. Termasuk beberapa kantong plastik koin disita. Dimasukkan ke dalam truk dalmas.

Hadi Purwanto menjelaskan, bahwa dari pengungkapan tersebut jajarannya menyita 12 ribu koin, dua unit mesin dan mengamankan lima orang pelaku. Di samping itu, juga disita uang tunai sebanyak Rp75 juta.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi akurat akan adanya praktik judi terselubung itu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengerahkan tim untuk melakukan razia secara masif pada Rabu, sekitar pukul 21.00 WIB.


Hadi menjelaskan, secara umum pusat permainan tersebut sebenarnya mengantongi izin dari pemerintah setempat. Namun, izin yang diberikan sebatas permainan anak-anak dengan menggunakan mesin-mesin permainan.

Namun faktanya, pengelola justru menjadikan pusat permainan tersebut sebagai ajang judi. Hadi mengatakan di gedung M Point sendiri terdiri dari tiga lantai dan terdapat ratusan mesin permainan.(dal)


KOMENTAR
Berita Update

Nakhoda Paham, Lancang Kuning Berlayar Malam
Sabtu, 22 Juni 2018 - 14:16 wib
SBY Yakin Paslon No 3 Jadi
Survei Lamda Indonesia, Firdaus-Rusli Tertinggi
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:51 wib

All New Honda CR-V Promo Spesial Idulfitri
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:39 wib
Disdik Pekanbaru
Daya Tampung SMP Negeri 8.064 Pelajar
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:26 wib
Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen

Mei, NTP Riau Turun 1,92 Persen
Sabtu, 22 Juni 2018 - 13:18 wib

Hotel Swis Belinn SKA Tawarkan Paket Halalbihalal
Sabtu, 22 Juni 2018 - 12:07 wib
Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona

Angkutan Umum Masih Menjadi Primadona
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:48 wib

Hari Pertama Kerja, OPD Pelayanan Disidak
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:44 wib
Pilkada Riau 2018
LE-Hardianto Fokuskan Pengembangan Wirausaha
Sabtu, 22 Juni 2018 - 11:41 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Penyiram Air Keras Masih Misterius, Novel  Bakal Diperiksa Lagi
Kasus Novel Belum Terungkap, Pegawai KPK Dibayangi Kecemasan
Diinfokan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan, PA 212 Ucapkan Terima Kasih
Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo, Alfian Tanjung Tetap Terbukti Bersalah
Terkait Pemberitaan, Wakapolri Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini