Pemilik Gelper Tersangka

Hukum | Rabu, 06 Juni 2018 - 11:13 WIB

KOTA (RIAUPOS.CO) - Proses hukum terkait praktik judi berkedok gelanggang permainan (gel­per) anak-anak E-Zone, terus berlanjut di tangan Penyidik Polda Riau. Kini, empat orang yang diamankan saat penggerebekan pada Rabu malam (30/5) itu menyandang status tersangka.

Termasuk satu di antaranya adalah pemilik E-Zone yang terletak di Jalan Kaharudin Nasution Marpoyan Damai itu. Pemilik E-Zone itu berinisial KL. “Empat orang kami tetapkan tersangka, termasuk pemilik usaha,” kata Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Hadi Purwanto, Selasa (5/6).

Saat ini kata Hadi, mereka yang berstatus tersangka, ditahan di tahanan Mapolda Riau. “Sudah saya tanda tangani itu (surat penahannya, red),” ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan Kepala Sub Direktorat Reserse Kriminal Umum Kompol Gunar Rahadianto. Dia menyebut, para tersangka tengah ditahan. “Kami lakukan penahanan, ada empat orang tersangka, termasuk pemiliknya,” kata dia.

Sementara untuk arena permainan anak E-Zone yang berada di dalam kawasan perbelanjaan itu, saat ini masih belum boleh dioperasionalkan. Garis polisi juga masih dipasang untuk kepentingan penyidikan.

Sebelumnya, Polda Riau berhasil membongkar praktik judi berkedok gelper anak-anak di Pekanbaru. Praktik judi ini terbongkar setelah penggerebekan yang dilakukan Ditreskrimum Polda Riau, Rabu (30/5) malam.

Gelanggang permainan anak-anak E-Zone ini berada di lantai tiga pusat perbelanjaan di salah satu SPBU Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru. Saat penggerebekan tersebut, beberapa orang karyawan diamankan oleh polisi. Tak hanya karyawan, beberapa pengunjung dibawa.

Ruang tempat permainan anak-anak itu disterilkan. Dua mesin penghitung koin, juga diangkut. Termasuk beberapa kantong plastik koin disita. Dimasukkan ke dalam truk dalmas.

Hadi Purwanto menjelaskan, bahwa dari pengungkapan tersebut jajarannya menyita 12 ribu koin, dua unit mesin dan mengamankan lima orang pelaku. Di samping itu, juga disita uang tunai sebanyak Rp75 juta.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi akurat akan adanya praktik judi terselubung itu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengerahkan tim untuk melakukan razia secara masif pada Rabu, sekitar pukul 21.00 WIB.


Hadi menjelaskan, secara umum pusat permainan tersebut sebenarnya mengantongi izin dari pemerintah setempat. Namun, izin yang diberikan sebatas permainan anak-anak dengan menggunakan mesin-mesin permainan.

Namun faktanya, pengelola justru menjadikan pusat permainan tersebut sebagai ajang judi. Hadi mengatakan di gedung M Point sendiri terdiri dari tiga lantai dan terdapat ratusan mesin permainan.(dal)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook