USAI DITANGKAPNYA TIGA ALUMNI
Gelar Deklarasi, Universitas Riau Tegaskan Menolak Paham Radikalisme
Senin, 04 Juni 2018 - 21:00 WIB > Dibaca 505 kali Print | Komentar
Gelar Deklarasi, Universitas Riau Tegaskan Menolak Paham Radikalisme
Civitas akademika Universitas Riau (Unri) menggelar deklarasi yang menyatakan bahwa, mereka bukan teroris di depan gedung rektorat pada Senin (4/6) pagi. (VIRDA ELISYA/JAWAPOS.COM)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Civitas akademika Universitas Riau (UNRI) menggelar deklarasi yang menyatakan bahwa mereka bukan teroris. di depan gedung rektorat pada Senin (4/6/2018) pagi.

Deklarasi itu dilakukan usai ditangkapnya tiga alumni yang diduga sebagai teroris oleh Densus 88 dan Polda Riau di kawasan kampus pada Sabtu (2/6/2018) kemarin. Pada deklarasi itu, mereka membacakan sebuah puisi berjudul "Kami Bukan Teroris!" yang ditulis oleh Faldhany Hidayat dan dibacakan oleh Menteri Sosial Politik, M. Hafiz Ona Hadi Putra.

Adapun pembacaan puisi itu menjadi pembuka dari deklarasi yang dihadiri oleh Rektor UNRI, Aras Mulyadi, Kapolda Riau, Irjen Nandang, dosen serta mahasiswa disana. Usai pembacaan puisi, Rektor UNRI, Aras Mulyadi menyampaikan ia mengutuk keras tindakan terorisme itu.

"Kami melaksanakan suatu deklarasi, terutama dalam mengutuk tindakan terorisme yang hampir saja terjadi peledakan di dalam kampus. Menolak paham radikalisme, intoleransi, dan penggunaan obat-obatan terlarang," katanya.

Dia pun menegaskan, deklarasi itu dilangsungkan sebagai bentuk komitmen untuk menolak paham radikalisme dan segala hal yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

Isi puisi itu sebagai berikut:

Begitu miris.
Ketika kampus dikatakan sebagai sarang teroris.
Bagaimana mungkin kami setiap hari belajar dengan idealis.
Dianggap sebagai radikalis.

Ini fitnah, ini fitnah!
Mana mungkin kami melampiaskan amarah.
Dengan cara menumpukkan darah.
Ini fitnah!

Kampus ini bukan penjahat.
Yang menciptakan pejabat menjadi jahat.
Kampus ini adalah kampus terhormat.
Yang menciptakan generasi-generasi hebat.

Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa rohis.
Karena mengaji Al-Qur’an dan hadis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang yang ditangkap adalah mahasiswa-mahasiswa aktivis.

Karena selalu berjuang di jalanan mengkritik pemerintah dengan kritis.
Kedepan, bukan tidak mungkin yang ditangkap adalah mahasiswa akademis.
Karena ia dianggap belajar dengan buku-buku yang dianggap penulis yang anti pancasilais.

Silahkan, silahkan kau koyak-koyak raga ini.
Kau kulit-kuliti tubuh ini.
Kau ambil jantung ini.
Sebagai bukti, kami mahasiswa UNRI.
Bukan penjahat negeri!

Demi Allah dan Demi Rasulullah.
Kami bukan teroris!


(ica)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Pilkades Serentak Digelar 12 Desember

Pilkades Serentak Digelar 12 Desember
Rabu, 17 Oktober 2018 - 15:00 wib

Suwarti Raih Mobil Grand Prize Simpedes Bank BRI Siak
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:59 wib

Petani PTPN V Raih Penghargaan ASPEKPIR
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:56 wib

Kontes Adu Keren Mobil Daihatsu Hadir di Lampung
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:46 wib

Dewi Masroka Bawa Pulang Xpander
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:39 wib

Bintang Property Tawarkan Diskon Spesial
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:36 wib

YBM BRI Pekanbaru Salurkan Rp864 Juta pada 12 PUKR
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:32 wib
4.573 Pelamar Resmi Mendaftar CPNS

4.573 Pelamar Resmi Mendaftar CPNS
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:30 wib

Perkindo Riau Gelar Musda III
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:26 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
 Tentang Pentingnya Soliditas Polri di Masa Kampanye Pileg dan Pilpres
Rupiah Anjlok, Perbankan Diminta Jangan Terlalu Panik
Perumahan Tenggelam Jadi Memorial Park

Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:22 WIB

5 Ribu Korban Belum Ditemukan

Senin, 08 Oktober 2018 - 13:12 WIB

Perumnas Balaroa Jadi Kuburan Massal

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 14:38 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us