TINDAK LANJUT TUNTUTAN AWAL MEI

Pilot Garuda Bahas Ancaman Mogok dan Kondisi Keuangan saat Bertemu Luhut

Ekonomi-Bisnis | Senin, 04 Juni 2018 - 19:30 WIB

Pilot Garuda Bahas Ancaman Mogok dan Kondisi Keuangan saat Bertemu Luhut
onfrensi Pers Serikat Bersama (Sekber) PT Garuda Indonesia terdiri atas Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarda), Rabu, (2/9). (IST/JAWAPOS.COM)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Aksi mogok kerja kabarnya akan dilakukan para pilot Garuda Indonesia sebagai ancaman bagi manajemen perseroan tersebut. Hal itu dikhawatirkan dapat mengganggu kegiatan penerbangan.


Menurut Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, para pilot yang mengancam mogok kerja itu akan menemuinya. Para pilot itu rencananya akan secara terbuka menceritakan kekhawatiran mereka terhadap kondisi keuangan perseroan.

"Saya bilang apanya yang khawatir kan keuangan bagus-bagus saja, untungnya kan tambah baik, mereka bilang bisa tambah bagus, kalau mau tambah bagus, nanti kami omongin apa saja, kalau ada masukan yang bisa bikin bagus enggak ada masalah, tapi jangan mogok-mogok lah," katanya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (4/6/2018).

Dia menyebut, terkait kondisi keuangan Garuda, hal itu masih sah-sah saja. Nantinya, hasil dari review itu akan ditindaklanjuti.

"Review kan boleh saja masukan, kan dari mana saja boleh masukan, nanti tinggal kami lihat," jelasnya.

Ketua Umum Serikat Pekerja Garuda Indonesia (Sekarga) Ahmad Irfan sebelumnya mengatakan, karyawan dan para pilot sudah menggelar pertemuan lanjutan pada Rabu (30/5/2018). Pertemuan itu diikuti tak kurang dari 250 karyawan dan pilot.

"Pertemuan itu untuk menindaklanjuti tuntutan kami pada awal Mei lalu serta soal rencana mengadakan mogok," katanya.


Menurutnya, memang pihaknya berencana menggelar mogok masal, tetapi tujuan utama mereka sebenarnya bukan mogok, melainkan meminta perbaikan Garuda Indonesia. Kalaupun benar-benar akan mogok, akan ada pemberitahuan sebelumnya.

"Perkiraan (rencana mogok) pas arus balik. Tapi, kalau pun itu jadi, kami seminggu sebelumnya akan memberitahukan kepada publik lewat media dan ke Kementerian Ketenagakerjaan," tuntas ketua Federasi Serikat Pekerja Sinergi BUMN itu. (ce1/hap)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook