Kritik Fahri Hamzah tentang Polisi Masuk Kampus Kena Kritik
Senin, 04 Juni 2018 - 01:03 WIB > Dibaca 6282 kali Print | Komentar
Kritik Fahri Hamzah tentang Polisi Masuk Kampus Kena Kritik
Fahri Hamzah.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Komentar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah soal penangkapan teroris di Universitas Riau bukan saja dibalas oleh Mabes Polri.

Fahri, melalui akun twitternya, mengkritik penangkapan oleh Tim Densus 88 Antiteror yang dilakukan di dalam lingkungan kampus. Tanggapan juga disampaikan Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi). Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menyatakan, penangkapan yang dilakukan di dalam lingkungan kampus itu dinilai pihaknya sangat bisa dipahami.

Edi menilai, tindakan itu dilakukan sebagai upaya pencegahan kemungkinan terburuk, semisal bom meledak di kampus tersebut. Malah, lanjutnya, pihak kampus sendiri tak menyatakan protes. Sebaliknya, malah berterimakasih.

“Semua pihak bisa memahaminya. Pihak kampus sendiri sudah nenyampaikan terima kasih kepada Polri yang memberikan respon cepat,” ungkap Edi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Mantan anggota Kompolnas itu yakin, polisi tak akan tinggal diam bila mengetahui ada indikasi tindak terorisme, terlebih perakitan bom di dalam lingkungan kampus. Karena itu, masuknya Tim Densus 88 Antiteror ke dalam kampus degan persenjataan lengkap dinilainya sangat wajar.

“Kalau sekedar kejahatan biasa, misalnya pencurian, tidak perlu ada polisi bersenjata masuk ke dalam kampus,” katanya. “Tapi ini adalah kejahatan teror yang bisa mengancam keamanan negara, termasuk keamanan mahasiswa dalam kampus itu sendiri. Harus ada tindakan yang tegas,” lanjutnya.

Sebaliknya, ia menyarankan polisi agar tak ragu dalam bertindak. Dalam hemat doktor ilmu hukum ini, keamanan masyarakat adalah segalanya. Sebab menurutnya, kesalahan justru akan ditimpakan kepada polisi jika kemudian bom tersebut meledak bahkan sampai menimbulkan korban dari masyarakat.

“Dalam penelitian kami, polisi sudah memiliki pertimbangan khusus soal itu,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta pihak-pihak tertentu agar tidak usah memprovokasi yang seolah-olah polisi salah dan tidak boleh masuk kampus. “Ini adalah upaya pencegahan,” tegas Edi.

Terlebih, kata dia, yang ditangkap itu adalah alumni Unri, bukan mahasiswa aktif. “Bisa dibayangkan apabila bom meledak dan membahayakan mahasiswa lainnya,” tutupnya.


KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 WIB

Satgas Mengendus Penyimpangan Anggaran

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:09 WIB

Masih Harus Diuji secara Ekonomi

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Waspada Peningkatan Curah Hujan

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Pemilu, Tjahjo dan Yasonna  Sambangi Lapas Cipinang

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us