Depan >> Berita >> Riau >>
PLN Putuskan Aliran Listrik Kantor Bupati
Sabtu, 02 Juni 2018 - 11:48 WIB > Dibaca 340 kali Print | Komentar
TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO)----Sudah berulang kali pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyurati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing), perihal permintaan pembayaran utang pelayanan listrik yang tercatat sudah tiga bulan menunggak. Desember 2016, Desember 2017 dan Mei 2018 yang mana diperkirakan satu bulannya berkisar Rp1,2 miliar.


Sesuai standar operasional (SOP) PLN, kata Kepala PLN Telukkuantan Darmansyah, apabila pelanggan sudah lebih dari dua bulan menunggak, maka aliran listrik PLN sudah harus diputus. Sementara Pemkab Kuansing yang di bawah komando Bupati Mursini bersama Wabup Halim sudah menunggak tiga bulan.


Akibatnya, pada Kamis (31/5) siang kemarin, pegawai bersama sebagian masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi dihebohkan dengan diputusnya aliran listrik di kompleks perkantoran Pemkab Kuansing, seperti di Kantor Bupati Kuansing beserta di sejumlah OPD lainnya. Terutama instansi yang satu jaringan listrik atau sama meterannya dengan Kantor Bupati Kuansing.


Kendati jaringan listrik PLN terputus di siang itu, namun itu tidak membuat pelayanan di Kantor Bupati Kuansing terhenti. Ada mesin genset yang diaktifkan. Dan begitu pula dengan kantor-kantor lain yang menunggak pembayaran listriknya juga padam.


Apalagi, Jumat (1/6), genap dua tahun Mursini-Halim (MH) menakhodai Kabupaten Kuantan Singingi usai dilantik 1 Juni 2016 lalu. Memasuki tahun ketiga, situasi pemerintahan di Kabupaten Kuantan Singingi terkesan tak menentu, seperti munculnya persoalan pembayaran listrik yang menunggak itu.


“Iya, makanya jaringan listrik Pemkab Kuansing kita putus. Karena sudah tiga bulan menunggak, makanya diputus,” ujar Darmansyah yang dihubungi Riau Pos, Kamis (31/5) kemarin.


Darmansyah sepertinya sudah hilang kesabaran. Karena dirinya mengaku sudah berulang kali menyurati Pemkab Kuansing agar menyelesaikan utangnya itu. Namun tak kunjung diindahkan. “Sudah tiga bulan. Kalau sebulan nunggak tak mungkin kita putus. Karena SOP PLN sudah lewat dua bulan nunggak, baru diputus,” sebutnya.


Dan kalau Pemkab Kuansing mengaku hanya menunggak satu bulan, Darmansyah justru mengaku heran dengan pernyataan pihak pemerintah tersebut.


“Logikanya saja. Mana mungkin sebulan diputus. Tiga bulan yakni Desember 2016, Desember 2017 dan Mei 2018 itu,” dijelaskannya lagi.(izl)

KOMENTAR
Berita Update

Dokumen Awal RPJMD Disepakati
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:35 wib
Doa dan Syukuran HUT Ke-28 Riau Pos
Bertransformasi Melalui Go Digital
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:30 wib
Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 wib

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Warga Keluhkan APK Caleg

Warga Keluhkan APK Caleg
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bertransformasi Melalui Go Digital

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:30 WIB

Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 WIB

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:32 WIB

OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:15 WIB

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan

Kamis, 17 Januari 2019 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us