Oleh Syamruddin Nasution
Mengapa Kita Harus Berpuasa?
Sabtu, 02 Juni 2018 - 10:48 WIB > Dibaca 6709 kali Print | Komentar
Mengapa Kita Harus Berpuasa?
RIAUPOS.CO - Sungguh manusia itu pada mulanya berada dalam keadaan suci bersih tanpa dosa bawaan. Hal itu tergambar dari arti sabda Rasulullah Muhammad SAW; “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci bersih tiada dosa…” Jika sekiranya manusia itu dapat mempertahankan kefitrahannya maka dia selalu dalam keadaan tenang, tenteram, aman dan bahagia.

Tetapi dalam perkembangannya manusia tidak selalu dapat mempertahankan kefitrahannya karena melanggar perintah Allah SWT. Dengan tidak melaksanakan yang disuruh agama, berbuat apa yang dilarang agama maka mulailah manusia berdosa, seperti arti sabda Rasulullah Muhammad SAW, “Setiap kamu berbuat dosa maka akan muncul satu titik hitam dalam hati kamu, demikian seterusnya sampai hati itu menjadi menghitam’’.

Dari hadist di atas dapat dipahami bahwa dosa itu menyebabkan hati manusia menjadi hitam bahkan sampai hitam pekat. Padahal hati itu perlu selalu dijaga dan dipelihara kebersihannya. Hal itu diingatkan Rasulullah lewat sabdanya, artinya “Setiap jasad manusia ada segumpal darah, jika dia baik, maka baiklah seluruh jasad manusia, tetapi jika dia buruk maka buruklah seluruh jasad manusia, yaitu qalbu atau hati’’. Hal itu berarti dosa merusak hati manusia, kalau hati sudah rusak maka akan hancurlah kehidupan manusia.

Dosa juga dapat melemahkan iman manusia, hal itu tergambar dari sabda Nabi yang artinya menyatakan “Iman itu dapat bertambah dan berkurang, dia bertambah karena berbuat baik dan berkurang karena berbuat dosa’’.

Jadi kalau iman sudah redup dan gelap ditambah hati sudah rusak dan binasa maka tidak akan dapatlah orang berbuat baik lagi dalam kehidupan dunia ini. Hidupnya menjadi hitam pekat. Dosa juga dapat membuat orang menjadi manusia yang resah gelisah, stres, murung dan gundah dalam hidup. Hal itu dapat tergambar dari firman Allah dalam Alquran yang artinya menyatakan “Siapa yang berpaling dari meningatku maka baginya kehidupan yang sempit’’. (QS 20:124)

Berarti pikirannya seperti terhimpit antara langit dan bumi. Lebih daripada itu semua akibat dosa manusia akan mendapat siksa di alam kubur dan di akhirat kelak nanti pada saat menghadap Allah SWT.


KOMENTAR
Berita Update
Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT

Syamsuar Doakan Riau Terhindar Ancaman LGBT
Rabu, 23 Oktober 2018 - 20:00 wib

Banjir, Kebun Terendam Warga Mengungsi
Rabu, 23 Oktober 2018 - 19:30 wib
Sabu Ancam Anak, Polisi Perketat Pengawasan

Sabu Ancam Anak, Polisi Perketat Pengawasan
Rabu, 23 Oktober 2018 - 19:00 wib

Telkomsel MSIGHT Perkenalkan Layanan Telco Big Data
Rabu, 23 Oktober 2018 - 18:54 wib
Beasiswa Tingkatkan Kualitas SDM

Beasiswa Tingkatkan Kualitas SDM
Rabu, 23 Oktober 2018 - 18:30 wib
4.382 Pelamar CPNS Lulus Seleksi Administrasi

4.382 Pelamar CPNS Lulus Seleksi Administrasi
Rabu, 23 Oktober 2018 - 17:30 wib

Perampok Bersenpi Gondol Rp450 Juta
Rabu, 23 Oktober 2018 - 17:00 wib

Rossi: Finis Keempat Bukanlah Hasil Buruk
Rabu, 23 Oktober 2018 - 16:30 wib

Siman Incar Tiket Olimpiade 2020
Rabu, 23 Oktober 2018 - 16:00 wib

Tangani Longsor, Tiga Alat Berat Dikerahkan
Rabu, 23 Oktober 2018 - 15:43 wib
Cari Berita
Petuah Ramadhan Terbaru
Rapat Paripurna DPRD Molor

Jumat, 27 Juli 2018 - 10:53 WIB

Memperbaiki Salat

Rabu, 13 Juni 2018 - 11:02 WIB

Puasa dan Sifat Malu

Selasa, 12 Juni 2018 - 11:14 WIB

Tatkala Harta Dipanaskan

Senin, 11 Juni 2018 - 09:53 WIB

Membasmi Mentalitas Korupsi

Minggu, 10 Juni 2018 - 12:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini