Depan >> Berita >> Hukum >>
SIDANG PUTUSAN
Taksiran Majelis Hakim Hanya Rp20 M, Ternyata Segini Total Aset First Travel
Jumat, 01 Juni 2018 - 17:10 WIB > Dibaca 4282 kali Print | Komentar
Taksiran Majelis Hakim Hanya Rp20 M, Ternyata Segini Total Aset First Travel
Dua bos First Travel, Andika Surachman (kiri) divonis 20 tahun penjara, dan Anniesa Hasibuan (kanan) divonis 18 tahun penjara, dalam sidang putusan, Rabu (30/5). (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polemik masih terjadi terkait aset PT First Travel. Adapun dalam sidang putusan, Rabu (30/5/2018), Majelis Hakim hanya menaksir aset First Travel sekitar Rp20-30 miliar.

Diketahui, angka itu lantas memicu ketidakpuasan dari para korban. Terkait itu, kuasa hukum First Travel, Muhammad Akbar pun sependapat dengan para korban. Dari pengakuan Andika Surachman, dia menyebut bahwa aset First Travel melebihi angka itu.

"Tapi itu (aset) berbeda antara pernyataan Majelis tentang barang-barang yang disita dari mas Andika, karena kemarin saya sudah diskusi dengan mas Andika itu sangat berbeda jauh," katanya kepada JawaPos.com, Jumat (1/6/2018).

Menurutnya, informasi soal aset First Travel yang diberikan penyidik tidak transparan. Adapun aset yang selama ini disebutkan dalam persidangan belum meliputi seluruh aset yang dihasilkan oleh Andika selama mendirikan First Travel.

Diterangkannya, kliennya pernah menyampaikan aset yang dimilikinya ditaksir mencapai angka Rp300 miliar. Aset-aset terbesar yang tidak disebut dalam persidangan meliputi rumah, mobil mewah, hingga restoran.

"Kalau perbedaan (jumlah aset) sih dari nominal akumulasinya. Kalau menurut pernyataan mas Andika aset dia sekitar Rp300 miliar. Tapi kan yang riilnya disampaikan di persidangan estimasi di bawah Rp40 miliar," jelasnya.

"(Aset besar meliputi) Rumah, mobil, dan restoran di London,"tuturnya.

Diketahui, tidak transparannya aset yang disampaikan dalam persidangan itulah yang menjadi salah satu alasan pihak Andika mengajukan banding. Direktur Utama First Travel itu menginginkan total asetnya dibuka secara transparan.

"Itulah yang menjadi ketidakpuasan mas Andika, untuk mengambbil langkah selanjutnya, yaitu kami akan banding," imbuhnya.

Di sisi lain, menurut juru bicara Pengurus Pengelolaan Aset Korban First Travel (PPAKFT) Dewi Gustiana, aset First Travel ditaksir mencapai Rp200 miliar. Itu sesuai dengan fakta yang dihadirkan pada awal persidangan kasus tersebut dimulai.

Adapun Dewi juga membenarkan ada beberapa aset yang hilang, seperti 6 mobil, ruko, hingga rumah.

"Aset yang bakal diterima untuk dibagikan ke jamaah sangatlah kecil dalam perhitungan kami hanya berkisar maksimal Rp25 miliar," paparnya.

"Tidak sebanding dengan jumlah jamaah yang menuntut uang kembali, di mana fakta persidangan sempat disebutkan angka (aset) berkisar Rp200 miliar," ungkapnya.
KOMENTAR
Berita Update

Hotel Dafam Tawarkan Promo Merdeka Package
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:15 wib
Hadirkan Layanan Purnajual Terbaik bagi Konsumen
MMKSI Luncurkan Service Booking Card
Jumat, 17 Agustus 2018 - 14:01 wib
Perda Pengelolaan Sampah
September, Wako Minta Denda Rp2,5 Juta Diterapkan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:43 wib
Arbi Hidayat Terpilih Ketua PC Sapma PP
Sapma PP Pekanbaru Gelar Muscab I
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:39 wib
Sehat Bersama Awal Bros Panam
Mau Merdeka dari Penyakit? Lakukan MCU
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:29 wib

7 Hektare Lahan Terbakar
Jumat, 17 Agustus 2018 - 13:00 wib
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Luna Maya dan Cut Tari Tetap Tersangka

Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:12 WIB

Zulkifli Tertawa Ditanya Emas Batangan

Rabu, 08 Agustus 2018 - 10:33 WIB

Pelaku Aborsi Dipindahkan ke Polresta

Senin, 30 Juli 2018 - 10:03 WIB

Tim Khusus Dibentuk Polri untuk Usut Laporan Eks Danjen Kopassus
Adik Kandung Ketua MPR Membisu saat Tiba di Gedung KPK
Sagang Online
loading...
Follow Us