Bos First Travel Divonis Maksimal, Jamaah Tuntut Dana Kembali Utuh
Kamis, 31 Mei 2018 - 11:26 WIB > Dibaca 2122 kali Print | Komentar
Bos First Travel Divonis Maksimal, Jamaah Tuntut Dana Kembali Utuh
SIDANG VONIS: Terdakwa Direktur Utama First Travel Andika Surachman (kiri) dan Direktur Anniesa Hasibuan menjalani sidang vonis penipuan dan pencucian uang biro perjalanan umrah First Travel di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018). Andika divonis majelis hakim 20 tahun penjara, sedangkan Anniesa 18 tahun. (MIFTAHULHAYAT/JPG)
DEPOK (RIAUPOS.CO) - Seolah air matanya telah mengering, tak ada raut sedih yang berlebihan dari terdakwa kasus penipuan haji dan umrah Anniesa Hasibuan. Demikian juga dengan dua terdakwa lain Andika Surachman dan Kiki Hasibuan ketika hakim membacakan vonis kepada mereka di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, Rabu (30/5).

Padahal, ketika jaksa membacakan tuntutan pada sidang sebelumnya, Anniesa Hasibuan yang juga seorang desainer itu berlinang air mata. Ya, majelis hakim PN Depok akhirnya memvonis Direktur First Travel (FT) Andika dan Anniesa Hasibuan dengan hukuman selama 20 tahun dan 18 tahun penjara dengan denda Rp10 miliar subsider 1 tahun 4 bulan.

Sedangkan untuk terdakwa Kiki Hasibuan alias Siti Nuraidah Hasibuan yang merupakan adik Anniesa divonis hakim 15 tahun penjara.

Ketua majelis hakim Sobandi menyatakan, ketiga pentolan biro perjalanan umrah First Travel itu, terbukti bersalah melakukan tindakan pidana pencucian uang (TPPU) dan penipuan terhadap calon jamaah umrah.

“Menyatakan Andika dan Anniesa Hasibuan bersalah melakukan penipuan dan pencucian uang. Majelis hakim menjatuhkan 20 tahun untuk Andika dan 18 tahun untuk Anniesa Hasibuan dengan denda Rp10 miliar subsider 1 tahun 4 bulan,” ujar Sobandi.

Dikatakan Sobandi, sama halnya dengan dua terdakwa lainnya, Kiki juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp5 miliar. Bila denda tidak dibayarkan, maka diganti dengan 8 bulan kurungan. Dalam menjalankan bisnis First Travel, Kiki maupun kakak dan kakak iparnya, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan hanya mengandalkan dana setoran jamaah.

Uang setoran jamaah terbukti digunakan untuk kepentingan pribadinya di luar bisnis First Travel. Sobandi menjelaskan, para terdakwa terbukti mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa keluar negeri, mengubah bentuk menukarkan uang dan surat berharga serta perbuatan lainya.

“Kami memvonis terdakwa dengan pasal 378 KUHP junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” ujarnya.


KOMENTAR
Berita Update

Bupati Lepas Kafilah ke MTQ Provinsi Riau
Selasa, 11 Desember 2018 - 16:00 wib

Polres Musnahkan Barang Bukti Sabu
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:30 wib
Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye

Sandiaga Uno Dapat Sumbangan Dana Kampanye
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:17 wib

MUI Berperan Satukan Umat
Selasa, 11 Desember 2018 - 15:00 wib

Aras Mulyadi Kembali Pimpin Unri
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:49 wib
BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga

BEM UIR Demo Desak Stabilitas Harga
Selasa, 11 Desember 2018 - 14:42 wib

Ular dan Warga Sama-sama Selamatkan Diri dari Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:55 wib
Logistik Mulai Didistribusikan
Pemkab Kampar Tetapkan Tanggap Darurat Banjir
Selasa, 11 Desember 2018 - 13:36 wib

Bocah Empat Tahun Ditemukan Mengambang di Pinggir Sungai
Selasa, 11 Desember 2018 - 12:00 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Kejari Siapkan Tujuh JPU Hadapi Tiga Dokter

Selasa, 11 Desember 2018 - 10:30 WIB

Sabu-sabu Disimpan dalam Kotak Rokok

Selasa, 11 Desember 2018 - 09:30 WIB

Amankan 7.285 Gram Sabu dan 1.839 Butir Ekstasi Sepanjang 2018
Perampok Dua Bank Bunuh Lima Sandera

Sabtu, 08 Desember 2018 - 09:02 WIB

Status Tersangka, Polisi  Belum Tahan Pelaku Cabul

Jumat, 07 Desember 2018 - 11:45 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us