Penipu Undian M-KIOS Bisa Dijerat TPPU
Kamis, 31 Mei 2018 - 11:45 WIB > Dibaca 757 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menelusuri aliran dana hasil penipuan bermodus SMS M-KIOS. Tak tertutup kemungkinan juga, pelaku penipuan ini dijerat dengan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Untuk saat ini, Polda Riau masih menjerat pelaku Adiansyah (21), dengan pasal 28 ayat 1 jo pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Tapi, Polda Riau tetap akan menelusuri uang hasil kejahatan itu.

“Kami selidiki juga TPPU-nya,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Riau Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, kemarin.

Gidion juga menjelaskan, pelaku menggunakan beberapa rekening bank untuk menerima uang hasil tipuan dari korbannya. Pelaku tidak menggunakan rekening milik pribadinya, melainkan rekening orang lain.

“Kemungkinan pemilik rekening bagi hasil dengan pelaku,” ujarnya.

Terkait berapa hasil keuntungan yang berhasil diraup pelaku dari hasil penipuan ini, Gidion menyebut sudah mencapai Rp300 juta. Transaksi uang tersebut melalui bank. Oleh karena itu, Gidion ingin mengembangkan kasus ini.

“Kami kembangkan lagi. Ini kami buktikan dengan analisis perbankan dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan),” ujar Gidion.

Diketahui, Polda Riau berhasil mengungkap kasus penipuan bermodus undian berhadiah M-KIOS. Seorang pelaku Adiansyah ditangkap pada 26 Mei di Kelurahan Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelaku ditangkap atas laporan salah seorang korban inisial BD ke Polda Riau pada 19 April lalu.

Lucunya, pelaku bukanlah dari orang yang berlatar belakang pendidikan tinggi. Melainkan hanya tamatan SD. Ilmu untuk melakukan penipuan ini pun, didapat secara otodidak. Tak harus melalui pendidikan khusus. Perbuatan pelaku, sudah menimbulkan banyak korban. Korbannya tak hanya di Riau, tapi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Banyak korbannya. Tapi yang melapor baru satu. Kalau juga ada masyarakat yang merasa pernah tertipu dengan modus ini, kami imbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat. Kami harap masyarakat juga lebih paham dengan modus seperti ini,” kata Gidion.(dal)
KOMENTAR
Berita Update

1.500 Migran Honduras Jalan Kaki Menuju AS
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:56 wib

Akrab Dengan Reptil
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:46 wib

Uzbekistan Mulai Terbuka setelah Terisolasi Puluhan Tahun
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:43 wib

LPJK Riau Sertifikasi Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:33 wib

745 Ha Kelapa Sawit PTPN V Tanam Perdana
Selasa, 16 Oktober 2018 - 15:23 wib

MBtech Gelar Kompetisi Desain Online LWSA 2018
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:57 wib

Toyota Yaris Raih Gelar Car of the Year
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:53 wib

Garap Potensi Pasar Baja di Timur
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:43 wib
Neraca Dagang September Surplus
Penurunan Impor Lebih Tinggi daripada Ekspor
Neraca Dagang September Surplus
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:39 wib
Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Salah Nomenklatur, Guru Madrasah Tak Dapat Intensif
Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Dua Pelaku Gembos Ban Diringkus Usai Curi Tas Guru

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:35 WIB

Pelaku Curanmor Terekam CCTV saat Beraksi

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:32 WIB

Kasus Bandar Narkoba Segera Diajukan ke JPU

Senin, 15 Oktober 2018 - 10:07 WIB

Tersangka Pencurian Mesin Mobil Diamankan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 19:30 WIB

Setengah Kilo Sabu Asal Luar Negeri Diamankan

Rabu, 10 Oktober 2018 - 10:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us