6 Tahun Masuk SD Harus Rekomendasi Psikolog
Rabu, 30 Mei 2018 - 11:14 WIB > Dibaca 854 kali Print | Komentar
Berita Terkait



KOTA (RIAUPOS.CO) - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 tingkat sekolah dasar (SD) negeri di Kota Pekanbaru dimulai 2-4 Juli mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru memprioritaskan penerimaan untuk anak yang sudah berusia 7 tahun.

Aturan ini berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 17/2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang Sederajat.

“Kami telah mendapatkan jukni (petunjuk teknis, red) dari pusat dan arahan dari Pak Kadis. Anak yang masuk SD tahun ini umurnya wajib 7 tahun. Nanti ada kami rangking berdasarkan umur mereka. Jika ada kisaran 6,5 hingga 7 tahun masih kami terima. Jika umur anak 6 tahun, wajib rekomendasi dari psikolog,” kata Kabid SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Drs Darisman kepada Riau Pos, Selasa (29/5).

Ia menjelaskan, calon murid yang ingin masuk SD namun belum sesuai dengan umur yang ditetapkan, maka sistem data pusat tidak akan menerima atau merekam. Sehingga anak tersebut nantinya tidak tercatat dan tidak mendapatkan nomor induk siswa nasional.

‘’Terkecuali usia 6 tahun per 2 Juli 2018 tetapi memenuhi syarat dimaksud (rekomendasi psikolog, red),’’ tuturnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan. Yakni mengenai aspek fisik. Di mana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik untuk mulai belajar di SD.

‘’Seperti untuk memegang pensil. Anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa,’’ ulas Darisman.

Selain itu, anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah. Khususnya di kelas satu karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi.

‘’Meskipun secara kemampuan intelektual dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan,’’ katanya.

Juga kematangan emosi dan kemandirian anak tersebut belum maksimal. “Padahal di jenjang SD, anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Ia diharapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orangtuanya,“ urai Darisman.(tya)


KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Sekolah Santa Maria: Pendidikan Berasaskan Tri Nga oleh Ki Hadjar Dewantara
Maksimalkan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Selasa, 18 September 2018 - 17:00 WIB

Dirjen Kelembagaan Iptek Dikti Lantik 781 Mahasiswa Baru LP3I
HUT Wahidin Diperingati Secara Sederhana

Selasa, 11 September 2018 - 11:33 WIB

SMAN 12 Pekanbaru Gelar Kegiatan Literasi Puisi Spontan
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini