Penilaian Hasil UN Harus Objektif

Riau | Rabu, 30 Mei 2018 - 11:13 WIB

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO ) - Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi SAg mengingatkan, bahwa hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang diraih Kabupaten Kuansing, terendah di Riau, jangan diklaim karena guru dan muridnya jujur. Dan sebaliknya, hasil UN yang tinggi jangan pula dituduh karena guru dan muridnya tidak jujur alias curang


Bagi Musliadi, tidak ada jaminan hasil UN yang rendah itu karena kejujuran guru dan murid. Dan begitupula dengan hasil UN tinggi. Bahwa hasil UN yang diraih tinggi selama ini belum tentu karena curang. Karena sejak dulu hingga sekarang ujian nasional selalu diawasi. Semua pihak dimintanya obyektif dalam menilai.


“Berfikirlah obyektif. Jangan berfikir kalau nilai ujian anak rendah dibilang karena guru yang jujur. Tapi kalau nilai Kuansing tinggi dibilang guru yang curang, gurunya yang ujian, karena ujian dikasih jawaban. Saya rasa penilaian seperti ini tidak objektif. Maka saya menilai wajar pemerintah kita lalai dan selalu merasa benar karena dibenarkan oleh sebagian masyarakat yang punya kepentingan dengan bupati,” katanya.


Ya, penilaian ini diberikan sejumlah pihak yang selama ini ada kedekatan dengan pemerintahan Mursini-Halim. Ini terkait hasil UN dua tahun berturut-turut, 2017 dan 2018, bahwa nilai rata-rata UN tingkat SMP/MTs yang diraih Kabupaten Kuantan Singingi selalu berada di peringkat bawah. Posisi buncit. Terendah di Provinsi Riau. Para pembela pemerintah, diakuinya, sibuk mencari pembelaan. Pembelaan itu bagi Musliadi, tidak elok. Mereka tidak membuka mata terhadap kepemimpinan di Kuansing hingga hari ini yang lemah.(jps)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook