SUDAH DIPREDIKSI
Nilai UN 2018 Anjlok, KPAI Tak Ingin Pemerintah Sebut Siswa Malas
Selasa, 29 Mei 2018 - 16:20 WIB > Dibaca 587 kali Print | Komentar
Nilai UN 2018 Anjlok, KPAI Tak Ingin Pemerintah Sebut Siswa Malas
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya terjadi pada nilai Ujian Nasional (UN) 2018. Hal itu pun menjadi pantauan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Adapun anjloknya nilai UN sudah diprediksi banyak orang karena begitu banyak siswa SMA dan SMP yang mengeluhkan sulitnya soal UNBK. Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, sejumlah keluhan para peserta UN diterima pihaknya.

Dia menyatakan, umumnya, mereka mengeluhkan sulitnya soal esai, yang menurut Kemendikbud merupakan soal dengan penalaran tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Kata dia, para peserta UN menuturkan, soal semacam itu belum pernah diperkenalkan selama tiga tahun pembelajaran. Bahkan, sejumlah materi soal tidak sesuai dengan yang diajarkan.

"Dan tidak ada pula di kisi-kisi UN yang mereka dapatkan," katanya kepada JawaPos.com, Selasa (29/5/2018).

Menanggapi keluhan itu, dia meminta pihak Kemendikbud mau mendengar dan bersedia dengan besar hati mengevaluasi soal dan pembuat soalnya. Ditegaskannya, pemerintah jangan menyalahkan anak-anak dengan istilah cengeng dan malas.

"Jika dalam suatu ujian mayoritas anak mendapatkan nilai jelek, maka seorang guru pasti akan mengevaluasi soalnya dan pendekatan pembelajarannya. Bukan menyalahkan para siswanya cengeng atau malas," paparnya.

Lebih jauh, dia menduga nilai hasil UN turun signifikan lantaran tingkat kesulitan soal dinaikkan. Akan tetapi, hal itu tidak disertai dengan pembaharuan pembelajaran bernalar di ruang-ruang kelas.

"Para guru harus disiapkan terlebih dahulu oleh Kemendikbud, Kementerian Agama dan Dinas-dinas pendidikan. Kalau gurunya sudah mampu melaksanakan pembelajaran HOTS maka adil jika muridnya diuji dengan soal HOTS," tutupnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
Diperbaiki dengan Tambal Sulam

Diperbaiki dengan Tambal Sulam
Jumat, 18 Januari 2019 - 17:00 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Jumat, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:59 wib

PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 wib

Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan
Jumat, 18 Januari 2019 - 15:05 wib
Sejat Bersama RS Awal Bros Panam
Kenali Penanganan Tepat Patah Tulang
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:49 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Jumat, 18 Januari 2019 - 18:00 WIB

Tanamkan Pentingnya Pendidikan

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:00 WIB

Bupati Bangga Miliki UK PAUD

Selasa, 15 Januari 2019 - 15:15 WIB

Persiapan UN, Sekolah Kebut Materi Pelajaran

Selasa, 15 Januari 2019 - 10:02 WIB

Kadisdik Riau Resmikan Gedung Baru SMAN 4

Selasa, 15 Januari 2019 - 09:16 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us