Gangguan Makan dan Kaitannya dengan Kesuburan
Minggu, 27 Mei 2018 - 12:28 WIB > Dibaca 570 kali Print | Komentar
Gangguan Makan dan Kaitannya dengan Kesuburan
internet
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Gangguan makan, seperti anoreksia, bulimia dan makan berlebihan yang menyebabkan obesitas. Semuanya bisa menjadi pemicu infertilitas dan mempengaruhi kemampuan untuk hamil.

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai kaitan antara gangguan makan dan kesuburan.

1. Gangguan Makan  Sebabkan Infertilitas
Orang yang berjuang dengan gangguan makan apa pun biasanya mengalami stres dengan ciri-ciri kepribadian seperti perfeksionisme dan kontrol atau gangguan mental seperti gangguan obsesif-kompulsif, kecemasan dan depresi.

Stres akibat kondisi psikologis ini juga bisa berkontribusi pada masalah menstruasi dan infertilitas.

“Stres psikologis dari gangguan makan pasti bisa berperan dalam masalah infertilitas,” kata Dr Heather Maio, seorang psikolog dan asisten wakil presiden layanan klinis dan penerimaan untuk The Renfrew Centers, seperti dilansir laman Sheknows.

2. Anorexia Mempengaruhi Kesuburan 
Penurunan berat badan yang ekstrim akibat penurunan kalori menghasilkan penekanan hormon dari kelenjar pituitari yang diperlukan untuk mempertahankan kadar estrogen normal.

“Tanpa kadar estrogen normal, ovulasi tidak terjadi dan infertilitas berkembang,” kata Dr Carolyn Givens, seorang ahli endokrinologi reproduksi di klinik Prelude Fertility.

Mereka yang berpartisipasi dalam latihan kompulsif (atau dikenal sebagai bulimia olahraga) bisa berakhir dengan sangat baik dalam menekan periode mereka juga.

Seringkali dalam situasi ini, mereka mungkin melihat menstruasi mereka lebih ringan atau lebih jauh terpisah atau mungkin berhenti menstruasi sama sekali.

Hal ini menyebabkan perubahan kadar hormon yang terjadi dan menekan baik ovulasi maupun menstruasi.

Menurut sebuah artikel tentang Eating Disorder Hope oleh Jenifer Harcourt, seorang konselor profesional berlisensi, adalah mungkin bahwa jika seseorang berjuang dengan anoreksia sebelum menstruasi sudah dimulai dan mereka bisa memiliki waktu yang lebih sulit pulih dari kerusakan yang terjadi pada tubuh mereka di tahun-tahun remaja formatif.

3. Keguguran dan Lahir Mati Adalah Kenyataan
Seseorang yang mengalami anoreksia selama kehamilan (disebut sebagai pregorexia) bisa meningkatkan risiko keguguran. Orang anoreksia juga lebih mungkin mengalami keguguran ganda, bahkan saat pemulihan dari anoreksia.(jpc)

KOMENTAR
Berita Update
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib

Bupati Tinjau Korban Banjir
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:30 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Minggu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib
Cari Berita
Kesehatan Terbaru
Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober

Jumat, 19 Oktober 2018 - 15:00 WIB

Imunisasi MR Masih 34,5 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Narkoba Merusak Kesehatan dan Mental

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Manfaat Buah Belimbing  untuk Kesehatan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:25 WIB

Home Care, Pelayanan  Kesehatan Berkesinambungan

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini