Wonderful Indonesia
Galang Dana, Bantu Bayar Utang Malaysia
Minggu, 27 Mei 2018 - 12:49 WIB > Dibaca 407 kali Print | Komentar
PETALING JAYA (RIAUPOS.CO) – Nik Shazarina Bakti tak mau berpangku tangan. Saat mengetahui utang Malaysia mencapai MYR 1 triliun atau Rp3,5 kuadriliun, hatinya tergerak. Pegawai bagian hukum di organisasi Sisters in Islam (SIS) itu langsung membuat halaman di GoGetFunding. Tujuannya satu, menggalang dana untuk membantu pemerintah membayar utang negara.

Target dana yang ingin digalang Nik tak banyak. Hanya 100 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp1,4 miliar. Sejauh ini sudah ada 92 orang yang mendukung penggalangan dana tersebut dan mengumpulkan uang sebesar 3.633 dolar AS atau Rp51,3 juta.

Salah satu pendukung halaman penggalangan dana itu adalah Datin Paduka Marina Mahathir, putri PM Mahathir Mohamad. Di akun facebook-nya, Marina menulis bahwa dia bangga dengan usaha Nik. Marina menerima banyak pesan untuk melakukan sesuatu demi mengurangi utang negara, tapi dia merasa tak pantas karena statusnya sebagai anak PM.

‘’Anak muda ini memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan sesuatu dengan mengumpulkan dana demi menyelamatkan Malaysia,’’ tulis Marina.

Dia berharap agar lebih banyak orang mendukung Nik. Judul yang dipilih Nik untuk halaman penggalangan dana itu cukup eye catching. Yaitu Please Help Malaysia alias Tolong Bantu Malaysia. Perempuan 27 tahun itu berusaha mengobarkan semangat saling membantu dengan mengingatkan kembali tentang sejarah masa lalu.Yaitu ketika penduduk membantu menyumbang dengan menyerahkan perhiasan, uang dan barang-barang berharganya agar PM Malaysia saat itu Tunku Abdul Rahman pemerintahan saat itu bisa mengumpulkan cukup uang. Saat itu dana yang terkumpul akan dipakai untuk pergi ke London, Inggris dan mengklaim kemerdekaan Malaysia.

‘’Ayo lakukan sekali lagi! Kali ini, kita yang melakukannya! Kita bisa katakan pada anak cucu kita bahwa kita semua ambil bagian dalam menyelamatkan negaraku Malaysia,’’ tulis Nik seperti dikutip The Strait Times.

Penggalangan dana itu bakal berakhir pada 31 Juli mendatang. Nantinya, uang tersebut akan diserahkan ke pemerintah. Dia akan melakukannya secara transparan. Nik memastikan bahwa uang tersebut tidak akan masuk ke kantong pribadinya sepeserpun. Utang Malaysia melambung tinggi karena pinjaman yang dilakukan oleh 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dalam wawancara yang dilakukan Mahathir dengan Voice of America, PM yang telah berusia 92 tahun itu mengaku memiliki beberapa rencana untuk mengurangi setidaknya 20 persen hutang negara. Termasuk di antaranya melebur beberapa lembaga menjadi satu kesatuan.

Pekan lalu Mahathir juga telah memaparkan bahwa dia akan memotong gaji para menteri sebesar 10 persen. Selain itu sekitar 17 ribu pekerja kontrak juga akan diberhentikan. Begitu juga dengan lembaga yang biasanya hanya bertugas memberikan pertimbangan bagi pemerintah. Nasibnya sama, dibubarkan.(sha/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Kabupaten Siak
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Minggu, 23 Juni 2018 - 15:29 wib
Kabupaten Rokan Hulu
SK 20 Pjs Kades Persiapan Diteken
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:37 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Pjs Bupati Pimpin Rapat Pemantau Pilkada
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:21 wib

Polisi Berhentikan Bus AKAP
Minggu, 23 Juni 2018 - 14:11 wib
Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T

Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T
Minggu, 23 Juni 2018 - 13:09 wib
OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan

OPD Rohul Gesa Kegiatan Fisik Lapangan
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:34 wib
Aktivitas Pasar Perawang  Kembali Normal

Aktivitas Pasar Perawang Kembali Normal
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:27 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Sekda Kukuhkan Pengurus HSNI Pelangiran
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:16 wib
Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas

Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas
Minggu, 23 Juni 2018 - 12:14 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Perang saat Lebaran

Senin, 18 Juni 2018 - 10:15 WIB

Korut Lanjutkan Denuklirisasi

Rabu, 13 Juni 2018 - 13:11 WIB

Ulama Syiah Menang, Gudang Kotak Suara Terbakar Situasi Irak Tetap Panas
Usai Pertemuan, Donald Trump dan Kim Jong-un Tanda Tangani Dokumen
Indonesia Jadi Anggota DK PBB, Jusuf Kalla Minta Hak Veto Dihilangkan
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini