MESKI DITOLAK SEJUMLAH PIHAK
Tetap Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg, Ini Alasan KPU
Sabtu, 26 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 2690 kali Print | Komentar
Tetap Larang Mantan Koruptor Jadi Caleg, Ini Alasan KPU
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peraturan KPU (PKPU) yang melarang mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif tetap akan dikeluarkan. Demikian ditegaskan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Adapun hal itu dilakukan meski dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Parlemen kemarin, usulan KPU ditolak oleh sejumlah pihak seperti, pemerintah, Komisi II, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Tampaknya kita menempuh jalan sendiri terkait narapidana korupsi. Kita tampaknya memiliki pandangan berbeda. Kita pastikan akan mengeluarkan PKPU karena sesuatu dengan hasil rapat pleno," katanya dalam acara diskusi bertajuk "Narapidana Koruptor jadi Calon Legislator", di Jakarta, Sabtu (26/5/2018).

Ditegaskannya, KPU memiliki hak penuh untuk membentuk aturan larangan mantan narapidana korupsi untuk mencalonkan diri di legislatif melalui PKPU. Menurutnya, itu merujuk pada putusan MK nomor 92/PUU XIV/2016 yang menuliskan bahwa KPU merupakan lembaga independen.

"Lembaga negara independen atau negara mandiri seperti KPU harusnya dia boleh memiliki peraturan sepanjang itu tugas dan wewenangnya dan tidak perlu konsultasi," jelasnya.

Adapun itu sejalan dengan lembaga independen lain, seperti MK, yang diizinkan membuat aturannya sendiri.

"Jadi, kalau di dalam UU ada yang mengatur soal konsultasi (soal penerbitan PKPU), ya, itu memang menurut saya inskonstitusional, karena menurut saya lembaga lain boleh bikin sendiri," paparnya.

"MK bikin sendiri, yang mengatur misalnya aturan MK tentang tata cara mengajukan permohonan ke pilkada atau dalam rangka pembubaran partai politik. MA juga sudah ribuan bikin aturan sendiri," imbuhnya.
KOMENTAR
Berita Update
Terjatuh, Korban Jambret Koma

Terjatuh, Korban Jambret Koma
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:59 wib
Pipa Gas Bocor Aliran ke Dua  Kecamatan Dimatikan

Pipa Gas Bocor Aliran ke Dua Kecamatan Dimatikan
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:48 wib
Polisi Terus Selidiki Pembakar Lahan

Polisi Terus Selidiki Pembakar Lahan
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:47 wib
Deadline Tinggal Sepekan,  Perusahaan Siap-siap Dievaluasi
Pekanbaru Job Expo
Deadline Tinggal Sepekan, Perusahaan Siap-siap Dievaluasi
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:38 wib
Belasan Pelajar  Rebut  Beasiswa S1 ke Maroko

Belasan Pelajar Rebut Beasiswa S1 ke Maroko
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:20 wib
Oknum Satpam Dipolisikan Usai Lecehkan Bocah 12 Tahun

Oknum Satpam Dipolisikan Usai Lecehkan Bocah 12 Tahun
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:15 wib
Dinas Diminta Bertanggungjawab
Sabtu dan Ahad Sampah Menumpuk di Mana-mana
Senin, 20 Agustus 2018 - 08:48 wib
Vinculos Indonesia 2018
Tontonan Bergizi
Senin, 19 Agustus 2018 - 20:58 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
50 Juta Orang Berpotensi Jadi Sasaran Hoax di Pilpres 2019
Hari Ini, Nasib 19 Bacalon DPD RI Ditentukan

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:07 WIB

Misbakhun Nilai Pidato Zulkifli Bernuansa Kampanye

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:01 WIB

Kenang Kata Gus Dur, Ini Kata Said Aqil tentang Prabowo
PPP: Ma’ruf Amin Tak Mengancam Jokowi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 13:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us