Depan >> Berita >> Hukum >>
BACAKAN PLEDOI
Pengamat Terorisme: Aman Takut Dihukum Mati hingga Cari Simpati Hakim
Sabtu, 26 Mei 2018 - 16:35 WIB > Dibaca 7707 kali Print | Komentar
Pengamat Terorisme: Aman Takut Dihukum Mati hingga Cari Simpati Hakim
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Upaya untuk mendapatkan perhatian publik dan simpati majelis hakim ditunjukkan terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman saat membacakan nota pembelaan (pledoi).

Sebab, dia dinilai nyaris melunak dan sikap jauh dari sebelumnya. Terlebih, terdakwa otak teror bom Thamrin itu diketahui pernah mengkafirkan orang. Menurut Pengamat Teroris Nasir Abbas, ada sebuah keanehan dari pledoi yang dibacakan Oman Rachman.

Pasalnya, Aman sempat mengkafirkan orang-orang yang mengajukan sejumlah hak terdakwa maupun terpidana dalam sistem peradilan, seperti persyaratan bebas (PB) dan peninjauan kembali (PK).

"Lalu dia membaca nota pembelaan (pledoi), bukankah pledoi itu bagian dari sistem peradilan? Apakah dirinya tidak kafir menurut keyakinannya yang setuju sistem peradilan menjadi kafir?" tanya dia kepada JawaPos.com, Sabtu (26/5/2018).

Di sisi lain, pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu pun sempat menyinggung aksi bom di Surabaya dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Jumat (25/5/2018) itu.

Adapun pernyataan itu menunjukkan Aman sudah berbalik arah daripada sikapnya sebelumnya. Bahkan, Aman menyebut pelaku bom di Surabaya mengalami gangguan jiwa dan tidak memahami ajaran Islam.

Nasir menilai, Aman mengeluarkan pernyataan seperti itu dalam rangka mencari simpati hakim agar tidak mendapatkan hukuman mati dari majelis hakim saat putusan nanti.

"Betul (Aman) mencari simpatik. Dia tahu orang terpengaruh karena ajarannya, lalu dia menuduh pelaku sakit jiwa. Dia yang sakit jiwa kali," tegasnya.
KOMENTAR
Berita Update

Tanamkan Pentingnya Pendidikan
Jumat, 18 Januari 2019 - 11:00 wib

Disdukcapil Sambangi Lapas Tembilahan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:45 wib

Dokumen Awal RPJMD Disepakati
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:35 wib
Doa dan Syukuran HUT Ke-28 Riau Pos
Bertransformasi Melalui Go Digital
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:30 wib
Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

TKN: Ma’ruf Amin Penting untuk Jokowi
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:53 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Warga Keluhkan APK Caleg

Warga Keluhkan APK Caleg
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 WIB

Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us