KEMBALI MARAK DI INDONESIA
Lebih Sering Terjadi di Desa, Ini Penyebab Pernikahan Dini Menurut KPPPA
Jumat, 25 Mei 2018 - 17:35 WIB > Dibaca 304 kali Print | Komentar
Lebih Sering Terjadi di Desa, Ini Penyebab Pernikahan Dini Menurut KPPPA
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Semua pihak perlu mengambil langkah antisipatif ke depan terkait maraknya pernikahan dini di usia anak. Hal itu terus dianilisis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Menurut Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Rohika Kurniadi, ada sejumlah penyebab pernikahan. Yang paling sering ditemui, yakni alasan ekonomi atau kemiskinan.

"Tidak hanya isu kemiskinan, tapi juga kultur pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah setempat membiarkan ini terjadi. Mirisnya, banyak juga pernikahan dini yang tidak terangkat ke publik, misalnya dengan cara menikah secara siri," katanya di Gedung Media Center KPPPA, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Penyebab lain sehingga anak bisa melakukan hubungan di luar nikah, sebutnya, yakni globalisasi. Meski begitu, imbuhnya, yang mengejutkan adalah angka pernikahan anak teringgi justru ada di daerah perdesaan.

"Perkawinan anak di luar pernikahan paling tinggi di desa. Saya dapat informasi kalau mereka dapat sinyal di gunung ya pasti nonton pornografi. Sehingga, lebih susah sulit kalau sudah terpapar pornografi. Udah mulai eksekusi akan seperti itu," sebutnya.

Karena itu, dia berpandangan jika berpendapat pola pengasuhan harus berkembang. Dia menyarankan, pola pengasuhan partisipatif yang melibatkan anak. Pasalnya, selama ini pola pengasuhan yang banyak diterapkan oleh orangtua adalah searah.

Ditegaskannya, seharusnya, orangtua membangun dialog dengan anak, kesepakatan, komitmen, dan partisipasi anak.

"Karena kami paham mereka anak zaman now. Mereka butuh dilibatkan jadi subyek yang bisa didengarkan dan dihargai. Jadi, tidak selalu ’Pokoknya-pokoknya’. Tapi, ada komunikasi," tuntasnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Alamaaak!
Batal Borong
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:54 wib

Karnaval Berlangsung di Tengah Terik Matahari
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:37 wib

Revisi Perda Tempat Hiburan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:24 wib

Truk Bertonase Besar Leluasa Masuk Kota
Jumat, 17 Agustus 2018 - 11:02 wib
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru
Ditunjuk Melatih 200 Pelajar Se-Pekanbaru
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:26 wib
Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan

Hasil Labfor Teror Lapas Keluar Pekan Depan
Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:11 wib

Benarkah Tarif Retribusi Sampah Naik?
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:58 wib

Upacara Hari Ulang Tahun Pramuka Ke-57 Al Izhar School
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:55 wib
Susanto: Pemilik Belum Diketahui
Ditemukan Paket Ganja Kering di Sel Lapas
Jumat, 17 Agustus 2018 - 09:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Kekayaan Jokowi Rp 50 Miliar, Sandiaga Triliunan

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:07 WIB

Presiden Janjikan Gaji ASN Naik 5 Persen Tahun 2019

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:05 WIB

Pemcam Kandis dan Masyarakat Salurkan Bantuan ke Lombok
Hari Ini, Bus Salawat Terakhir Beroperasi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:40 WIB

JCH Kuansing Wafat di Makkah

Selasa, 14 Agustus 2018 - 16:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us