KEMBALI MARAK DI INDONESIA
Lebih Sering Terjadi di Desa, Ini Penyebab Pernikahan Dini Menurut KPPPA
Jumat, 25 Mei 2018 - 17:35 WIB > Dibaca 572 kali Print | Komentar
Lebih Sering Terjadi di Desa, Ini Penyebab Pernikahan Dini Menurut KPPPA
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Semua pihak perlu mengambil langkah antisipatif ke depan terkait maraknya pernikahan dini di usia anak. Hal itu terus dianilisis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Menurut Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Rohika Kurniadi, ada sejumlah penyebab pernikahan. Yang paling sering ditemui, yakni alasan ekonomi atau kemiskinan.

"Tidak hanya isu kemiskinan, tapi juga kultur pemahaman masyarakat dan pemerintah daerah setempat membiarkan ini terjadi. Mirisnya, banyak juga pernikahan dini yang tidak terangkat ke publik, misalnya dengan cara menikah secara siri," katanya di Gedung Media Center KPPPA, Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Penyebab lain sehingga anak bisa melakukan hubungan di luar nikah, sebutnya, yakni globalisasi. Meski begitu, imbuhnya, yang mengejutkan adalah angka pernikahan anak teringgi justru ada di daerah perdesaan.

"Perkawinan anak di luar pernikahan paling tinggi di desa. Saya dapat informasi kalau mereka dapat sinyal di gunung ya pasti nonton pornografi. Sehingga, lebih susah sulit kalau sudah terpapar pornografi. Udah mulai eksekusi akan seperti itu," sebutnya.

Karena itu, dia berpandangan jika berpendapat pola pengasuhan harus berkembang. Dia menyarankan, pola pengasuhan partisipatif yang melibatkan anak. Pasalnya, selama ini pola pengasuhan yang banyak diterapkan oleh orangtua adalah searah.

Ditegaskannya, seharusnya, orangtua membangun dialog dengan anak, kesepakatan, komitmen, dan partisipasi anak.

"Karena kami paham mereka anak zaman now. Mereka butuh dilibatkan jadi subyek yang bisa didengarkan dan dihargai. Jadi, tidak selalu ’Pokoknya-pokoknya’. Tapi, ada komunikasi," tuntasnya. (rgm)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Doa dan Syukuran HUT Ke-28 Riau Pos
Bertransformasi Melalui Go Digital
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:30 wib
Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 wib

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Warga Keluhkan APK Caleg

Warga Keluhkan APK Caleg
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib

Temukan Alat Kontrasepsi di Tempat Jagung Bakar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Masih Harus Diuji secara Ekonomi

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Waspada Peningkatan Curah Hujan

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Pemilu, Tjahjo dan Yasonna  Sambangi Lapas Cipinang

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:40 WIB

Dungu

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:21 WIB

Ikatan Pemulung Mau ke DPR, Protes Perda Larangan Plastik
Sagang Online
loading...
Follow Us