Najib Razak Jalani Interogasi Dugaan Korupsi
Jumat, 25 Mei 2018 - 09:38 WIB > Dibaca 381 kali Print | Komentar
Najib Razak Jalani Interogasi Dugaan Korupsi
internet
KUALALUMPUR (RIAUPOS.CO) - Najib Razak kembali ke markas Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) di kawasan Putrajaya, Kamis (24/5). Selama hampir tujuh jam, mantan perdana menteri (PM) Malaysia itu menjalani interogasi skandal dugaan korupsi 1MDB (1Malaysia Development Berhad). Itu merupakan interogasi kedua bagi Najib. Interogasi pertama selama empat jam berlangsung Selasa (22/5).

”Saya sudah memberikan jawaban terbaik untuk semua pertanyaan yang diajukan kepada saya. MACC (nama SPRM dalam Bahasa Inggris, red) sudah menjalankan tugas mereka dengan bagus dan profesional,” kata Najib di depan kerumunan wartawan seperti dilansir Reuters kemarin.

Sebelum berbicara, politikus 64 tahun itu sempat menempelkan telunjuk pada bibirnya. Kode agar para awak media tenang.  Dibandingkan dengan sebelumnya, durasi interogasi kemarin lebih panjang. Jika Selasa lalu interogasi berakhir dalam waktu empat jam, kemarin sekitar tiga jam lebih lama. Tapi, Najib sempat diberi kesempatan untuk beristirahat selama sekitar 45 menit dan menunaikan salat.

Fokus utama interogasi kedua kemarin masih tetap aliran dana 1MDB ke rekening pribadi sang mantan ketua umum Partai UMNO tersebut.  Najib mengatakan bahwa SPRM tidak akan memanggilnya lagi untuk bersaksi. ”Mereka mengatakan bahwa sesi interogasi sudah selesai,” kata suami Rosmah Mansor tersebut.

    Seperti saat kali pertama diinterogasi pada 2015, kemarin Najib pun mengklaim dirinya bersih. Dia mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan yang ditimpakan kepadanya terkait 1MDB.

Setelah sesi interogasi berakhir, kini giliran SPRM membawa kasus megakorupsi yang menyedot perhatian dunia itu ke muka hukum. Publik Malaysia berharap Najib akan dikenai dakwaan dalam waktu dekat. Sesuai janjinya saat kampanye, PM Mahathir Mohamad akan mengusut skandal 1MDB sampai tuntas.

Termasuk, menjebloskan mereka yang menyalahgunakan dana tersebut ke penjara.   Sekitar 30 menit sebelum Najib tiba pada pukul 09.45 waktu setempat, Xavier Andre Justo terlihat di lobi markas SPRM. Justo adalah whistle-blower alias orang yang pertama berteriak tentang skandal 1MDB. Pria berkewarganegaraan Swiss itu adalah mantan direktur PetroSaudi International. Perusahaan tersebut bermitra dengan 1MDB pada 2009–2012.

Karena kritik Justo terhadap 1MDB, pemerintah enam negara lantas menyelidiki pelanggaran yang diduga kuat dilakukan Najib dan kroninya. Kasus itu ramai menjadi pemberitaan media setelah pada 2015 The Sarawak Report mengungkap aliran dana tidak wajar ketiga rekening pribadi Najib. Sampai sekarang, 1MDB masih menjadi fokus investigasi di Amerika Serikat (AS), Singapura, dan Swiss.(hep/c10/dos/jpg)


KOMENTAR
Berita Update
Traffic Website  SSCN Padat di  Siang Hari

Traffic Website SSCN Padat di Siang Hari
Rabu, 25 September 2018 - 18:39 wib
Angkat Potensi Kerang Rohil

Angkat Potensi Kerang Rohil
Rabu, 25 September 2018 - 17:38 wib
PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang

PMI Ajak Generasi Muda Hindari Perilaku Menyimpang
Rabu, 25 September 2018 - 17:30 wib

BPN Diminta Tingkatkan Pelayanan
Rabu, 25 September 2018 - 17:00 wib
Beli BBM Pakai  Uang Elektronik

Beli BBM Pakai Uang Elektronik
Rabu, 25 September 2018 - 16:56 wib

Jalan Rusak, Siswa Terpaksa Memperbaiki
Rabu, 25 September 2018 - 16:36 wib

Rangkai Bunga Artificial Jadi Bouquet Cantik
Rabu, 25 September 2018 - 16:32 wib
Rencana Rasionalisasi RAPBD Perubahan 2018
Tak Ganggu Target Pembangunan
Rabu, 25 September 2018 - 16:30 wib

Ratusan Honorer Gelar Aksi Demo
Rabu, 25 September 2018 - 16:00 wib

SMAN 7 Pekanbaru Dukung Gerakan Literasi
Rabu, 25 September 2018 - 15:54 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Kapal Terbalik, 224 Jiwa Tewas

Selasa, 25 September 2018 - 16:45 WIB

Museum Ganja Tampilkan Bong Tertinggi di Dunia

Selasa, 25 September 2018 - 15:30 WIB

Marquez Juara di Aragon

Senin, 24 September 2018 - 12:30 WIB

Stroberi Berjarum Repotkan Australia

Sabtu, 22 September 2018 - 14:47 WIB

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Jumat, 21 September 2018 - 15:58 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini