Di PT Rifan, Bappebti Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Kamis, 24 Mei 2018 - 16:45 WIB > Dibaca 671 kali Print | Komentar
Di PT Rifan, Bappebti  Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Pantas Lumbanbatu memaparkan penjelasan tentang perdagangan multilateral kepada para wakil pialang PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus mendorong dan menstimulus kenaikan perdagangan multilateral di kalangan dunia industry perdagangan berjangka komoditas. Di Pekanbaru, dorongan itu disampaikan melalui kegiatan pelatihan yang diikuti para wakil pialang dari PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).

Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumbanbatu menyebutkan, perdagangan multilateral di Indonesia saat ini masih terbilang minim dibandingkan secara bilateral. Sistem perdagangan multilateral merupakan transaksi yang terjadi dengan sistem bursa  (on exchange) yang di dalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual, layaknya di bursa saham. Sedangkan bilateral merupakan transaksi yang dilakukan di luar bursa dan  nasabah berhadapan langsung dengan pedagang/dealer.

Jika dikalkulasi, persentasenya perbedaannya masih jauh, mencapai 80-20 persen, lebih banyak system bilateral. Ketika  system multilateral ini ramai dipakai, akan menghasilkan dampak positif, yakni  Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas yang diperdagangkan. Dengan demikian bisa turut membangun perekonomian nasional. 

“Ilmu ini, termasuk terkait mekanisme transaksi multilateral kalau bisa harus sampai ke calon nasabah. Seorang wakil pialang waktu menjelaskan kepada calon nasabah harus menguasai apa itu perdagangan multilateral,” kata Pantas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya dan Kepala Cabang Pekanbaru, Liwan.

Dalam kesempatan itu, Pantas juga menyoroti tentang ramainya transaksi perdagangan dari usaha yang tidak mendapatkan izin alias illegal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dan harus dilawan karena kegiatan illegal tersebut merusak industry perdagangan bursa berjangka. 


KOMENTAR
Berita Update

Dua Kali Runner up, SMA Darma Yudha Targetkan Champion
Sabtu, 21 September 2018 - 19:00 wib

Tak Mudah Raih Maturitas SPIP
Sabtu, 21 September 2018 - 18:30 wib

Pengelola Diminta Optimalkan Aset untuk Kesejahteraan Desa
Sabtu, 21 September 2018 - 18:00 wib
Tolak Politik Transaksional
Apresiasi Komitmen Partai
Sabtu, 21 September 2018 - 17:30 wib
Warga Dambakan Aliran Listrik

Warga Dambakan Aliran Listrik
Sabtu, 21 September 2018 - 17:00 wib

Hotel Prime Park Promo Wedding Expo
Sabtu, 21 September 2018 - 16:01 wib

Kondisi Firman Makin Membaik
Sabtu, 21 September 2018 - 16:00 wib
Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru

Najib Razak Kena 25 Dakwaan Baru
Sabtu, 21 September 2018 - 15:58 wib

1.601 Warga Ikuti Aksi Donor Darah Eka Hospital
Sabtu, 21 September 2018 - 15:45 wib

Banjir, Pemkab Kurang Tanggap
Sabtu, 21 September 2018 - 15:30 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini