Di PT Rifan, Bappebti Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Kamis, 24 Mei 2018 - 16:45 WIB > Dibaca 844 kali Print | Komentar
Di PT Rifan, Bappebti  Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Pantas Lumbanbatu memaparkan penjelasan tentang perdagangan multilateral kepada para wakil pialang PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus mendorong dan menstimulus kenaikan perdagangan multilateral di kalangan dunia industry perdagangan berjangka komoditas. Di Pekanbaru, dorongan itu disampaikan melalui kegiatan pelatihan yang diikuti para wakil pialang dari PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).

Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumbanbatu menyebutkan, perdagangan multilateral di Indonesia saat ini masih terbilang minim dibandingkan secara bilateral. Sistem perdagangan multilateral merupakan transaksi yang terjadi dengan sistem bursa  (on exchange) yang di dalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual, layaknya di bursa saham. Sedangkan bilateral merupakan transaksi yang dilakukan di luar bursa dan  nasabah berhadapan langsung dengan pedagang/dealer.

Jika dikalkulasi, persentasenya perbedaannya masih jauh, mencapai 80-20 persen, lebih banyak system bilateral. Ketika  system multilateral ini ramai dipakai, akan menghasilkan dampak positif, yakni  Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas yang diperdagangkan. Dengan demikian bisa turut membangun perekonomian nasional. 

“Ilmu ini, termasuk terkait mekanisme transaksi multilateral kalau bisa harus sampai ke calon nasabah. Seorang wakil pialang waktu menjelaskan kepada calon nasabah harus menguasai apa itu perdagangan multilateral,” kata Pantas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya dan Kepala Cabang Pekanbaru, Liwan.

Dalam kesempatan itu, Pantas juga menyoroti tentang ramainya transaksi perdagangan dari usaha yang tidak mendapatkan izin alias illegal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dan harus dilawan karena kegiatan illegal tersebut merusak industry perdagangan bursa berjangka. 


KOMENTAR
Berita Update

Dua Kecamatan Masih Terendam
Sabtu, 16 November 2018 - 17:30 wib
Lutut Istri  Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga

Lutut Istri Disenggol, Nelayan Bacok Tetangga
Sabtu, 16 November 2018 - 17:00 wib

Miliki 30 Kg Ganja, Petani Ditangkap
Sabtu, 16 November 2018 - 16:15 wib
Plt Gubri Bersama Dirut Teken Kerja Sama
BRK Ikut MoU e-Samsat Nasional
Sabtu, 16 November 2018 - 16:00 wib

Desa Dituntut Gerakkan Ekonomi Masyarakat Lewat ADD
Sabtu, 16 November 2018 - 15:45 wib
Pedagang  Belum Tahu  Kapan Direlokasi

Pedagang Belum Tahu Kapan Direlokasi
Sabtu, 16 November 2018 - 15:30 wib
Dibuka Tim Bupati Vs Wartawan
50 Tim Ikuti Serindit Boat Race
Sabtu, 16 November 2018 - 15:15 wib
Spesialis Bongkar  Rumah Kosong Diringkus

Spesialis Bongkar Rumah Kosong Diringkus
Sabtu, 16 November 2018 - 15:00 wib
Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis

Disdukcapil Mengajukan Tambahan Tenaga Teknis
Sabtu, 16 November 2018 - 14:45 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Telkomsel Hadirkan Kerja Sama Non-Tunai dengan Adhya Tirta Batam
Pertamina Jamin Pasokan BBM di Riau Cukup

Kamis, 15 November 2018 - 15:15 WIB

Tropicana Slim Ajak Ikuti Senam Sehat di CFD

Kamis, 15 November 2018 - 12:23 WIB

Daihatsu Jelajah Hangatnya Minyak Kayu Putih dan Pantai Jikumerasa
Koleksi dari Paris, Boutique Si.Se.Sa Dibuka di Kota Pekanbaru
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini