Di PT Rifan, Bappebti Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Kamis, 24 Mei 2018 - 16:45 WIB > Dibaca 522 kali Print | Komentar
Di PT Rifan, Bappebti  Dorong Kenaikan Perdagangan Multilateral
Pantas Lumbanbatu memaparkan penjelasan tentang perdagangan multilateral kepada para wakil pialang PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus mendorong dan menstimulus kenaikan perdagangan multilateral di kalangan dunia industry perdagangan berjangka komoditas. Di Pekanbaru, dorongan itu disampaikan melalui kegiatan pelatihan yang diikuti para wakil pialang dari PT Rifan Financindo Berjangka, Kamis (24/5/2018).

Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Bappebti, Pantas Lumbanbatu menyebutkan, perdagangan multilateral di Indonesia saat ini masih terbilang minim dibandingkan secara bilateral. Sistem perdagangan multilateral merupakan transaksi yang terjadi dengan sistem bursa  (on exchange) yang di dalamnya terdapat banyak pembeli dan penjual, layaknya di bursa saham. Sedangkan bilateral merupakan transaksi yang dilakukan di luar bursa dan  nasabah berhadapan langsung dengan pedagang/dealer.

Jika dikalkulasi, persentasenya perbedaannya masih jauh, mencapai 80-20 persen, lebih banyak system bilateral. Ketika  system multilateral ini ramai dipakai, akan menghasilkan dampak positif, yakni  Indonesia bisa menentukan sendiri harga komoditas yang diperdagangkan. Dengan demikian bisa turut membangun perekonomian nasional. 

“Ilmu ini, termasuk terkait mekanisme transaksi multilateral kalau bisa harus sampai ke calon nasabah. Seorang wakil pialang waktu menjelaskan kepada calon nasabah harus menguasai apa itu perdagangan multilateral,” kata Pantas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Chief Business Officer PT Rifan Financindo Berjangka, Teddy Prasetya dan Kepala Cabang Pekanbaru, Liwan.

Dalam kesempatan itu, Pantas juga menyoroti tentang ramainya transaksi perdagangan dari usaha yang tidak mendapatkan izin alias illegal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dan harus dilawan karena kegiatan illegal tersebut merusak industry perdagangan bursa berjangka. 


KOMENTAR
Berita Update
Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi

Keberadaan BUMDes Tanjung Raya Diapresiasi
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:40 wib

Kadiskominfops Ikuti Rapat Finalisasi
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
PILPRES 2019
Elite PKS Protes Manuver Prabowo, Begini Komentar Gerindra
Kamis, 19 Juli 2018 - 20:00 wib
KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOBA
Tio Pakusadewo Kecewa Sidang Putusan Ditunda Pekan Depan
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:30 wib

Diskes Siagakan Tim Medis di MTQ
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:20 wib
PILPRES 2019
Prabowo Kian Sering Lakukan Manuver Politik, Tak Percaya PKS Lagi?
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:15 wib
TERKAIT PENYERANGAN BOM MOLOTOV
Gerakan #2019GantiPresiden Terus Jalan meski Mardani Diteror
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Tiga Pengedar Sabu Dibekuk

Tiga Pengedar Sabu Dibekuk
Kamis, 19 Juli 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Chevron Sumbang Pendapatan Negara 200 Miliar Dolar AS
Telkomsel dan Citibank Beri Manfaat Lebih pada Pelanggan Kartu Kredit
Perbanas Halalbihalal Bersama Perbankan

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:52 WIB

Telkomsel Hadirkan Paket Haji 3 in 1

Kamis, 19 Juli 2018 - 15:05 WIB

ACE Tawarkan Keuntungan Berlipat untuk Member

Kamis, 19 Juli 2018 - 14:49 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us