TERUS MENUAI POLEMIK
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Selasa, 22 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 408 kali Print | Komentar
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polemik terus lahir terkait daftar 200 nama mubalig yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut melayangkan kritik keras.

Menurutnya, program sertifikasi dan rekomendasi ulama yang dilakukan kemenag sebetulnya sangat tidak diperlukan. Malah, kebijakan itu menunjukkan negara terlalu jauh mencampuri pikiran masyarakat.

"Memberikan sertifikasi atau kelayakan sebuah profesi bukanlah tugas negara. Sertifikasi itu ada di lembaga pendidikan. Kalau ulama di MUI. Jangan negara mengontrol pikiran orang,” katanya.

Legislator asal NTB itu menegaskan, jika ingin memberantas radikalisme atau ideologi terlarang, negara bisa ambil bagian dalam fungsi pendidikan.

“Suruh orang sekolah, berpendidikan tinggi supaya makin cerdas, makin rasional, makin ilmiah sehingga radikal yang tidak cerdas ilang,” sebutnya.

Di sisi lain, Direktur Riset Setara Institute Halili mengatakan, rilis 200 nama mubalig itu mestinya tidak perlu dipersoalkan. Sebab, hanya akan memberikan persepektif lain dari masyarakat bahwa mubalig atau dai yang lebih moderat dan toleran yang bisa memberikan ceramah pada saat Ramadan.

”Saat Ramadan seperti inikan tiap-tiap komunitas paling tidak butuh dua kali kultum (kuliah tujuh menit) perhari kan. Kalau ini tidak dikondisikan memang akan mudah diintrusi oleh dai mubalig yang radikal yang ke mana-mana mengkafirkan orang,” jelsnya.

Menurutnya, ada banyak video ceramah orang-orang yang berpenampilan seperti penceramah tapi menghalalkan pembunuhan. Rilis dari Kemenag itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan atau preventif.

”Bahwa panggung keagamaan, mimbar keagamaan, itu tidak dimanfaatkan oleh kelompok intoleran,” tutupnya. (aim/gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Terjatuh, Korban Jambret Koma

Terjatuh, Korban Jambret Koma
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:59 wib
Pipa Gas Bocor Aliran ke Dua  Kecamatan Dimatikan

Pipa Gas Bocor Aliran ke Dua Kecamatan Dimatikan
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:48 wib
Polisi Terus Selidiki Pembakar Lahan

Polisi Terus Selidiki Pembakar Lahan
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:47 wib
Deadline Tinggal Sepekan,  Perusahaan Siap-siap Dievaluasi
Pekanbaru Job Expo
Deadline Tinggal Sepekan, Perusahaan Siap-siap Dievaluasi
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:38 wib
Belasan Pelajar  Rebut  Beasiswa S1 ke Maroko

Belasan Pelajar Rebut Beasiswa S1 ke Maroko
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:20 wib
Oknum Satpam Dipolisikan Usai Lecehkan Bocah 12 Tahun

Oknum Satpam Dipolisikan Usai Lecehkan Bocah 12 Tahun
Senin, 20 Agustus 2018 - 09:15 wib
Dinas Diminta Bertanggungjawab
Sabtu dan Ahad Sampah Menumpuk di Mana-mana
Senin, 20 Agustus 2018 - 08:48 wib
Vinculos Indonesia 2018
Tontonan Bergizi
Senin, 19 Agustus 2018 - 20:58 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
50 Juta Orang Berpotensi Jadi Sasaran Hoax di Pilpres 2019
Hari Ini, Nasib 19 Bacalon DPD RI Ditentukan

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:07 WIB

Misbakhun Nilai Pidato Zulkifli Bernuansa Kampanye

Jumat, 17 Agustus 2018 - 00:01 WIB

Kenang Kata Gus Dur, Ini Kata Said Aqil tentang Prabowo
PPP: Ma’ruf Amin Tak Mengancam Jokowi

Kamis, 16 Agustus 2018 - 13:15 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us