TERUS MENUAI POLEMIK
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Selasa, 22 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 458 kali Print | Komentar
Kritik Daftar 200 Mubalig, Fahri: Tugas Negara Bukan Memberikan Sertifikasi
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polemik terus lahir terkait daftar 200 nama mubalig yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga ikut melayangkan kritik keras.

Menurutnya, program sertifikasi dan rekomendasi ulama yang dilakukan kemenag sebetulnya sangat tidak diperlukan. Malah, kebijakan itu menunjukkan negara terlalu jauh mencampuri pikiran masyarakat.

"Memberikan sertifikasi atau kelayakan sebuah profesi bukanlah tugas negara. Sertifikasi itu ada di lembaga pendidikan. Kalau ulama di MUI. Jangan negara mengontrol pikiran orang,” katanya.

Legislator asal NTB itu menegaskan, jika ingin memberantas radikalisme atau ideologi terlarang, negara bisa ambil bagian dalam fungsi pendidikan.

“Suruh orang sekolah, berpendidikan tinggi supaya makin cerdas, makin rasional, makin ilmiah sehingga radikal yang tidak cerdas ilang,” sebutnya.

Di sisi lain, Direktur Riset Setara Institute Halili mengatakan, rilis 200 nama mubalig itu mestinya tidak perlu dipersoalkan. Sebab, hanya akan memberikan persepektif lain dari masyarakat bahwa mubalig atau dai yang lebih moderat dan toleran yang bisa memberikan ceramah pada saat Ramadan.

”Saat Ramadan seperti inikan tiap-tiap komunitas paling tidak butuh dua kali kultum (kuliah tujuh menit) perhari kan. Kalau ini tidak dikondisikan memang akan mudah diintrusi oleh dai mubalig yang radikal yang ke mana-mana mengkafirkan orang,” jelsnya.

Menurutnya, ada banyak video ceramah orang-orang yang berpenampilan seperti penceramah tapi menghalalkan pembunuhan. Rilis dari Kemenag itu bisa dianggap sebagai langkah pencegahan atau preventif.

”Bahwa panggung keagamaan, mimbar keagamaan, itu tidak dimanfaatkan oleh kelompok intoleran,” tutupnya. (aim/gwn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
KOMENTAR
Berita Update
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Arara Abadi Komit Berantas TBC di Teluk Meranti
Dukung Program Pelalawan Sehat
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:30 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Biar Golput Tak Banyak, Lomba Cipta Lagu Pemilu pun Digelar
Mengenali  Politisi Spanduk

Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 WIB

Perlu Cek Ulang Data Pemilih Tetap

Senin, 15 Oktober 2018 - 13:35 WIB

Emak-Emak di Kepri Tak Sabar Ingin Bertemu Sandi

Jumat, 12 Oktober 2018 - 10:31 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us