Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Riau >>
Pria Paruh Baya Cabuli Gadis Sejak Bangku SMP
Selasa, 22 Mei 2018 - 12:07 WIB > Dibaca 416 kali Print | Komentar
RENGAT (RIAUPOS.CO ) – Kepolisian Sektor (Polsek) Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) berhasil mengamankan tersangka berinisial WP (48) pada Ahad (20/5) kemarin. Pasalnya, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida itu dilaporkan melakukan persetubuhan terhadap NF (20). Di mana korban pelaku pencabulan ini berinisial NF (20) yang juga warga Kecamatan Seberida.


“Dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut dilaporkan pada Kamis (17/5) pekan kemarin,” ujar Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting SIk melalui Kapolsek Seberida Kompol Karlos, Senin (21/5).


Dari laporan yang disampaikan pihak keluarga korban, langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Seberida Iptu Aman Aroni SH pada Ahad (20/5). Pelaku tidak melakukan perlawanan dan langsung digiring ke Mapolsek Seberida untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Berdasarkan keterangannya, pelaku mengakui telah melakukan persetubuhan dengan korban sejak tahun 2014 lalu. Sehingga dari pengakuan itu, pelaku jelas telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Karena saat ini umur korban baru 20 tahun dan ketika tahun 2014 lalu berusia 16 tahun.


Kejadian yang tidak diketahui hari tanggal oleh pelaku itu, berawal saat korban diajak rekannya datang ke rumah pelaku sekitar pukul 19.00 WIB. Tidak lama kemudian, rekan korban pergi dengan alasan ada keperluan. Sehingga ketika korban tinggal sendiri, pelaku mulai melancarkan aksinya.


Sempat korban berusaha menolak hingga mengancam akan menjerit. Namun rayuan dan ancaman pelaku ternyata lebih ampuh hingga akhirnya hubungan layaknya suami istri itu terjadi di dalam kamar rumah pelaku.


“Pelaku mengancam korban bahwa akan melakukan hal-hal yang tidak membuat tenang keluarga korban,” terangnya.


Perbuatan tidak senonoh itu terjadi sejak korban masih duduk di bangku kelas II SMP hingga kelas III SMA. Bahkan jumlah dan tempat melakukan hal sudah tidak diingatnya lagi hingga tidak lagi saling ada yang mengancam.


Namun korban tetap bersedia melayani pelaku, lantaran iming-imingi pelaku akan dibelikan sepeda motor matic. Tidak itu saja, pelaku juga menjanjikan membiayai sekolah korban hingga tamat SMA.


“Karena janji tidak terpenuhi, akhirnya korban buka mulut hingga pihak keluarga tidak menerima perlakuan pelaku,” terangnya.(kas)

KOMENTAR
Berita Update

Masyarakat Harus Aktif Melaporkan Kecurangan
Minggu, 24 Juni 2018 - 13:51 wib

Buka Posko Warung Pengawasan di 83 Kelurahan
Minggu, 24 Juni 2018 - 13:48 wib

Samsung Galaxy S10 Full View Display
Minggu, 24 Juni 2018 - 13:44 wib

Chelsea Islan, Didoakan Segera Jadi Mualaf
Minggu, 24 Juni 2018 - 13:41 wib

Lagu “Sayang” Via Vallen Sampai ke Turki
Minggu, 24 Juni 2018 - 13:40 wib
Persebaya Siapkan Pengganti Ruben Sanadi

Persebaya Siapkan Pengganti Ruben Sanadi
Minggu, 24 Juni 2018 - 11:26 wib

PSM Ditunggu Laga Berat
Minggu, 24 Juni 2018 - 11:23 wib

Penyelamatan dari Dunia Quantum
Minggu, 24 Juni 2018 - 11:16 wib
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Kabupaten Siak
Pemerintah Berhasil Jaga Sabilitas Harga
Minggu, 23 Juni 2018 - 15:29 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Doreh Nunggang yang Tersembunyi

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:36 WIB

Polisi Berhentikan Bus AKAP

Sabtu, 23 Juni 2018 - 14:11 WIB

Pemangkasan Anggaran Capai Rp1,7 T

Sabtu, 23 Juni 2018 - 13:09 WIB

Aktivitas Pasar Perawang  Kembali Normal

Sabtu, 23 Juni 2018 - 12:27 WIB

Satlantas Polres Siak Gencar Antisipasi Laka Lantas
Sagang Online
loading...
Follow Us