TIMBULKAN POLEMIK
Menteri Agama Mohon Maaf soal Daftar 200 Mubalig
Senin, 21 Mei 2018 - 20:00 WIB > Dibaca 583 kali Print | Komentar
Menteri Agama Mohon Maaf soal Daftar 200 Mubalig
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pro dan kontra terus mewarnai daftar 200 mubalig yang yang dirilis oleh Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan, ada pula penceramah yang secara terbuka menolak namanya dimasukkan dalam daftar itu.

Menyikapi itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku tak sungkan meminta maaf jika daftar tersebut membuat ketidaknyamanan penceramah yang namanya tercantum.

"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," katanya di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Lukman menyebut, daftar itu bukan bagian dari seleksi maupun akreditasi bagi para mubalig. Langkah itu merupakan cara Kemenag melayani publik.

"Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik," jelasnya.

Dia menerangkan, daftar 200 penceramah itu bersifat dinamis sehingga dapat terus bertambah. Masyarakat pun diperbolehkan menyampaikan usulan dai pilihannya untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Kemenag.

"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silakan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan," terangnya.

Dia pun menolak jika daftar 200 mubalig itu disebut bermuatan kepentingan politik. Ditegaskannya, nama-nama itu merupakan hasil usulan dari pengurus berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas), masjid, dan para ulama.

"Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, maka tentu kami hanya akan masukan (penceramah) yang pengikutnya besar saja," tandasnya. (ce1/sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

KOMENTAR
Berita Update

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia
Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 wib

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM
Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:16 wib
Komunitas Film Pekanbaru (Komfek)
Mengembangkan Perfilman Indie Pekanbaru
Minggu, 21 Oktober 2018 - 20:10 wib

Z Face Boy and Girl Sambangi SMAN 8 Pekanbaru
Minggu, 21 Oktober 2018 - 19:17 wib
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Pasca Muncul Buaya
Kurangi Aktivitas di Sekitar Sungai Siak
Minggu, 21 Oktober 2018 - 18:02 wib
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional
Minggu, 20 Oktober 2018 - 22:20 wib
Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu

Parpol Harus Punya Dana Sendiri untuk Biayai Saksi Pemilu
Minggu, 20 Oktober 2018 - 12:30 wib

Musprov PSTI Riau , Nama Yurnalis Basri Mencuat
Minggu, 19 Oktober 2018 - 18:19 wib

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Minggu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Minggu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 WIB

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 22:20 WIB

Cari Solusi tanpa Elga

Jumat, 19 Oktober 2018 - 13:30 WIB

Anies Pilih Jalankan Masalah Dasar, Ketimbang Jawab Kritik di Medsos
Sagang Online
loading...
Follow Us