Depan >> Berita >> Hukum >>
MESKI AKUI PERNAH BERSTATUS PERWIRA
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Senin, 21 Mei 2018 - 19:30 WIB > Dibaca 1781 kali Print | Komentar
Polri Bantah Video Rizieq Sebut Teroris Diciptakan Anggota Brimob
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Video pernyataan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang sempat viral kembali di media sosial pasca sejumlah aksi teror dibantah oleh Mabes Polri.

Adapun Rizieq menuding anggota Brimob Sofyan Tsauri menciptakan terorisme. Terkait itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan klarifikasi.

"Saya tekankan yang bersangkutan tidak pernah bertugas di Brimob," katanya di kantornya, Senin (21/5/2018).

Akan tetatpi, dia tak memungkiri Sofyan yang merupakan eks napiter (narapidana kasus terorisme) itu dahulu sempat menjadi anggota dari Korps Bhayangkara itu. Sofyan masuk menjadi anggota Polri di SPM Lido Jawa Barat pada 1998.

Lantas, dia bertugas di Polres Depok sebagai Sabhara dan Bimas. Dia terpapar paham radikal ketika mendapat tugas ke Aceh dalam program perintis Sabhara dari Depok ke Bumi Serambi Mekah pada 2002.

Dia terpengaruh pemikiran pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman.

"Saudara Sofyan termasuk dalam jaringan Al Qaeda Asia Tenggara dengan nama Abu Ayas yang berperan sebagai pemasok senjata teroris di Aceh," imbuhnya.

Kemudian, Sofyan intensif membaca buku-buku Aman dalam rentan 2006-2007. Pada 2008 sudah tidak melaksanakan dinas di Kepolisian lagi alias desersi.

"Pada 2009 yang bersangkutan di PTDH (pemberhentian dengan tidak hormat) dengan alasan desersi, poligami, dan adanya keterlibatan terorisme," jelasnya.

Pada masa itu, Sofyan sempat menemui sejumlah pihak yang dipenjara karena kasus terorisme seperti Dulmatin dan Abdullah Sonata. Dia pun sempat lolos dari Aceh dan ditangkap Densus 88 Antiteror di kediamannya, daerah Narogong, Bekasi pada 6 Maret 2010.

Sofyan disidangkan dan dituntut 15 tahun penjara. Akan tetapi, hakim Pengadilan Negeri Depok menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara.
KOMENTAR
Berita Update
Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign

Anjurkan Kampanye Negatif, Tapi Haramkan Black Campaign
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:32 wib

Kepenghuluan Dukung Inovasi Desa
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:30 wib

Mengenali Politisi Spanduk
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:12 wib
Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games

Pemprov Siapkan Bonus Peraih Medali Asian Para Games
Senin, 15 Oktober 2018 - 15:00 wib
Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan

Diunggulkan, Gafar Jadikan Tantangan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:32 wib
Arara Abadi Komit Berantas TBC di Teluk Meranti
Dukung Program Pelalawan Sehat
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:30 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib

PT Bimalyndo Hajar Aswad Resmi Beroperasi
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 wib
Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Konsultan
Senin, 15 Oktober 2018 - 14:12 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pelapor Korupsi Bakal Dihadiahi Rp200 Juta

Rabu, 10 Oktober 2018 - 14:19 WIB

Sebar Hoaks, Ratna Terancam 10 Tahun Penjara

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:41 WIB

Wali Kota Pa­suruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 13:29 WIB

OTT KPK Terancam Terhambat

Minggu, 30 September 2018 - 14:14 WIB

Diana Tabrani-Neno Warisman Mengadu ke Komnas HAM

Rabu, 26 September 2018 - 13:10 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us