Dosen USU Ditangkap Gara-gara Posting Skenario Pengalihan yang Sempurna
Senin, 21 Mei 2018 - 00:57 WIB > Dibaca 5837 kali Print | Komentar
Dosen USU Ditangkap Gara-gara Posting Skenario Pengalihan yang Sempurna
Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, merilis kasus dugaan ujaran kebencian atas tersangka salah seorang dosen USU dan seorang satpam bank, Minggu (20/5/2018). (Foto: Istimewa/JPC)
MEDAN (RIAUPOS.CO) - Berhati-hatilah ketika memosting sesuatu di media sosial. Apalagi jika dikaitkan dengan kasus terorisme yang akhir-akhir ini marak terjadi. Salah-salah bisa berurusan dengan aparat kepolisian.

Seperti yang dihadapi oleh dua orang warga Sumatera Utara ini. Mereka ditangkap karena postingannya dianggap berbau provokasi. Satu orang merupakan dosen dosen di Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiana Lubis dan satu orang lagi satpam di salah satu bank, Amaralsyah.

Himma merupakan dosen yang sehari hari mengajar di Departemen Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya USU. Dia ditangkap oleh petugas Subdit Cybercrime Polda Sumut di kediamannya di Jalan Melinjo II, Sabtu (19/5/2018). Himma ditangkap lantaran mengunggah status yang dikaitkan dengan tragedi bom Surabaya.

"Skenario pengalihan yg sempurna #2019gantipresiden," tulis Himma dalam sebuah gambar yang di posting di laman Facebook diduga miliknya beberapa waktu lalu. 

"Himma ditangkap karena dua postingan di akun Facebook miliknya memuat ujaran kebencian," kata Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Minggu (20/5/2018). 

Setelah postingannya menjadi viral, Himma yang juga bergelar Magister itu menutup akun media sosialnya. Sayangnya postingan itu sudah di capture netizen dan disebar di dunia maya. 

Dari keterangan polisi, motif Himma menulis postingan itu karena terbawa emosi. Ditambah, tagar 2019 ganti presiden yang sedang marak di media sosial. Himma juga kecewa dengan pemerintahan di bawah komando Presiden Joko Widodo saat ini. Menurut dia naiknya harga kebutuhan, tidak sesuai dengan janji pemerintah saat kampanye 2014 lalu. 

Kepada polisi, Himma mengatakan, status itu diunggahnya pada 12 Mei di kediamannya. "Penyidik telah memeriksa saksi dan menyita barang bukti berupa handphone dan SIM card milik pelaku. Polisi juga telah melakukan digital forensik terhadap handphone Himma dan mendalami motif lain terkait pemostingan ujaran kebencian yang dimaksud," tukas mantan Wakapolrestabes Medan itu. 


KOMENTAR
Berita Update
Doa dan Syukuran HUT Ke-28 Riau Pos
Bertransformasi Melalui Go Digital
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:30 wib
Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP

Pengganti Azis Zaenal Harus Kader PPP
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:29 wib

Karyawan PT SRK Mogok Kerja
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:25 wib
Produksi Massal Mobil Listrik
Masih Harus Diuji secara Ekonomi
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib
Waspada Peningkatan Curah Hujan

Waspada Peningkatan Curah Hujan
Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 wib

Rekam KTP-el di Rutan
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:30 wib
Warga Keluhkan APK Caleg

Warga Keluhkan APK Caleg
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:27 wib
Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah

Soal Adipura, Wako Sebut Partisipasi Warga Rendah
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:25 wib
Baznas Targetkan Rp6 Miliar

Baznas Targetkan Rp6 Miliar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:20 wib

Temukan Alat Kontrasepsi di Tempat Jagung Bakar
Jumat, 18 Januari 2019 - 09:15 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Masih Harus Diuji secara Ekonomi

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Waspada Peningkatan Curah Hujan

Jumat, 18 Januari 2019 - 10:04 WIB

Pemilu, Tjahjo dan Yasonna  Sambangi Lapas Cipinang

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:40 WIB

Dungu

Jumat, 18 Januari 2019 - 08:21 WIB

Ikatan Pemulung Mau ke DPR, Protes Perda Larangan Plastik
Sagang Online
loading...
Follow Us